ADVERTISEMENT
detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 17:00 WIB

Jelang HUT RI, Pemuda di Papua Dibekali Sejarah Perebutan Irian Barat

Wilpret Siagian - detikNews
Jelang HUT RI, Pemuda di Papua Dibekali Sejarah Perebutan Irian Barat Tokoh Papua (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura -

Tokoh Papua Pejuang NKRI menggelar acara tatap muka dengan pemuda Papua dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia (RI) ke-74. Dalam kesempatan itu, para tokoh pejuang Papua menceritakan perjuangan perebutan Irian Barat.

Tokoh Papua yang hadir antara lain Ramses Ohee dan John Al Norotouw. Keduanya menjabarkan bagaimana Papua menjadi Negara Kesatuan RI.

Ramses sebagai pelaku sejarah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1996 menuturkan bagaimana para pejuang Papua melepaskan diri dari penjajah Belanda dan bergabung ke pangkuan Ibu Pertiwi pada 1969.

"Saya mau sampaikan kepada kita semua generasi mudah supaya tahu dari waktu Hindia Belanda sampai Indonesia merdeka dan berdaulat itu perlu diketahui perjalanan sejarah Papua ini sampai Papua masuk dalam NKRI ini itu hasil keputusan dari orang tua adat semua yang mewakili. Tanah Papua mewakili rakyat di Tanah Papua ini menetapkan dan memutuskan bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ada satu bangsa lain yang memisahkan," kata Ramses di lokasi acara, Rabu (14/8/2019).

Dalam sejarahnya, nama Irian Barat akhirnya diubah menjadi Papua oleh Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut Ramses, pada saat itu keinginan Belanda ialah Papua tak menjadi bagian dari Indonesia. Namun setelah musyawarah Pepera, akhirnya Papua bergabung dengan NKRI, yang kemudian diakui dunia dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Jadi waktu itu Hindia Belanda itu macam-macam. Maunya Belanda, Papua tidak mau lepas untuk menjadi bagian dari Indonesia. Akhirnya diadakanlah kegiatan musyawarah Penentuan Pendapat Rakyat Papua itu untuk dunia mendengar Papua mau apa. Setelah penentuan pendapat akhirnya Papua bergabung ke dalam NKRI," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ramses mengingatkan anak-anak muda Papua harus mengerti sejarah tentang Papua. Dia berharap pemuda di Papua tak mudah termakan isu yang tidak membangun.

"Tugas anak muda sekarang agar lebih giat belajar dan jangan cepat terprovokasi dengan berbagai isu yang tidak membangun," katanya.




(idn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed