ADVERTISEMENT
detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 16:57 WIB

Surya Paloh Nilai Radikalisme hingga Persaingan Global Jadi Tantangan RI

Zunita Putri - detikNews
Surya Paloh Nilai Radikalisme hingga Persaingan Global Jadi Tantangan RI Ketum Partai NasDem Surya Paloh menyampaikan kuliah umum di UI. (Zunita/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan tantangan Indonesia di masa kini dan masa depan yang paling utama adalah globalisasi dan persaingan. Dia mengimbau masyarakat hati-hati terhadap tantangan globalisasi karena kerap memberikan dampak negatif bagi Indonesia.

"Jadi kalau ditanya tantangan kita ke depan apa, bagaimana, jawaban yang normatif, saya sebutkan tantangan kita hidup bersaing dan berkompetensi dengan globalisasi. Maka teknologi, informasi, modernisasi, kita bikin. Salahkah itu? Tidak salah. Kita harus mewaspadai menurunnya sumber daya kekayaan kita, ketika eksis rentangan penduduk tak terkendali, untuk apa demografi kita? Itu jawaban kita," kata Paloh di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2019)


Paloh menyampaikan itu dalam kuliah umum bertema 'Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan'. Acara ini dihadiri pula oleh Komisaris Transmedia Ishadi Soetopo Kartosapoetro, Sekjen NasDem Johnny G Plate, hingga Iluni UI.

Selain tantangan globalisasi, Paloh mengaku ada tantangan yang lebih hebat lagi. Tantangan yang besar itu itu adalah radikalisme.

"Tapi ada tantangan lebih hebat, ini perlu diperhatikan, mampukah kita pertahankan NKRI kita? Mampukah kita? Ini tantangan terbesar, kenapa? Karena akses sistem hari ini tumbuh berkembang adalah aliran non-Pancasila, yang nggak ada ikatan emosional antara otak, hatinya, empatinya, pada komitmen kebangsaan," ujar Paloh.

"Ada ideologi yang ditawarkan, entah apa bentuknya, saya minta diteliti UI. Maka kaum garis keras radikalisme ada di mana-mana, dari mulai anak PAUD hingga profesor doktor, radikal, jangan katakan itu tidak ada. Ini tantangan kita bersama," imbuhnya.


Paloh mengatakan radikalisme merupakan tantangan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Dia berharap NKRI tidak akan pecah karena aliran radikalisme.

"Ini adalah masalah kita bersama. Saya adalah bagian daripada anak-anak bangsa yang masih punya harapan dan doa. Dengan seluruh pengorbanan para syuhada bangsa. Saya masih berharap untuk berjuang agar NKRI tidak boleh berubah, nggak boleh beda dalam hal apa pun juga, tapi dalam satu hal komitmen, kita Indonesia. Kita bukan Amerika, Eropa, Arab, kita Indonesia," pungkasnya.


Paloh Soal Kerja Sama NasDem-Gerindra: Nggak Ada Musuh Abadi!
(zap/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed