detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 16:16 WIB

Gubernur Kalteng Duga Kebakaran Hutan Dilakukan Terorganisir dan Masif

Tim detikcom - detikNews
Gubernur Kalteng Duga Kebakaran Hutan Dilakukan Terorganisir dan Masif
Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menegaskan pihaknya meminta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Sebab, diduga kebakaran itu disengaja dan masif.

"Harus dituntaskan, siapa pelaku di balik ini, harus ditangkap. Saya sudah laporkan kepada pemerintah pusat untuk dikawal. Kejadian ini diduga terorganisasi, disengaja, dan masif," katanya di Palangka Raya sebagaimana dilansir Antara, Rabu (14/8/2019).

Sabran selaku Gubernur Kalteng ingin kasus-kasus pembakaran lahan dituntaskan hingga diberikan hukuman sebagai efek jera. Menurutnya, ada indikasi mirip seperti kasus pembakaran sekolah yang pernah terjadi, saat ini Palangka Raya dikelilingi oleh api.

Semestinya titik api tidak akan seperti sekarang jika semua pihak memiliki kesadaran yang tinggi bahwa dampak asap merugikan masyarakat di Kalteng dan Indonesia. Kondisi seperti ini tentu dinilai negatif oleh dunia internasional.

"Okelah kalau tidak ada yang senang dengan wali kota maupun gubernur, tapi jangan sampai korbankan masyarakat dengan kondisi seperti ini," jelasnya kepada para awak media.

Sugianto memaparkan, pada Selasa (13/8) sore, Wali Kota Palangka Raya melapor kepada dirinya bahwa Satuan Polisi Pamong Praja setempat berhasil mengamankan terduga pelaku pembakaran lahan dengan cara disengaja.

Ada beberapa orang yang diduga membakar lahan, tapi hanya satu yang bisa ditangkap. Terduga pelaku itu sudah menyebutkan nama bosnya. Untuk itu, pihaknya ingin kasus ini ataupun kejadian lain bisa dibongkar dan diselesaikan.

"Siapa pun pelakunya harus ditangkap dan dituntaskan. Jangan sampai terduga disebut gila, kalau sedikit-sedikit pelaku seperti itu gila, tentu akan sulit," paparnya.

Lebih lanjut ia mengimbau sekaligus meminta masyarakat tidak membakar lahan, terlebih kondisi saat ini musim kemarau kering. Sebab, dampak asap yang ditimbulkan sangat merugikan dalam berbagai sektor.

Pihaknya juga meminta seluruh lapisan masyarakat lebih peduli dan membantu pemerintah daerah dan aparat menjaga lingkungan sekitar. Agar kebakaran lahan bisa diminimalkan dan jika ada pelaku lain bisa segera ditangkap.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed