detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 16:03 WIB

Eks Direktur Krakatau Steel Didakwa Terima Rp 157 Juta dari 2 Pengusaha

Faiq Hidayat - detikNews
Eks Direktur Krakatau Steel Didakwa Terima Rp 157 Juta dari 2 Pengusaha Persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Mantan Direktur Produksi dan Teknologi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, didakwa terima Rp 156 juta. Uang tersebut diterima dari Direktur utama PT Grand Kertech, Kenneth Sutardja dan Direktur PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata jaksa KPK M Asri saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Wisnu menerima uang tersebut melalui perantara bernama Kurnia Alexander Muskitta yang didakwa secara terpisah dalam perkara ini. Uang itu diduga agar Wisnu memuluskan proyek Kenneth untuk memberikan persetujuan pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton. Proyek itu disebut jaksa bernilai Rp 24 miliar.




Selain itu, uang itu agar Wisnu Kuncoro menyetujui proyek PT Tjokro Bersaudara dalam pengadaan pembuatan dan pemasangan 2 (dua) unit Spare Bucket Wheel Stacker/Reclaimer Primary Yard dan Harbors Stockyard yang keseluruhannya bernilai Rp13 miliar di PT Krakatau Steel.

Jaksa mengatakan, Alexander memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pejabat di Krakatau Steel termasuk Wisnu. Untuk memuluskan strateginya memenangkan proyek boiler itu, Kenneth meminta Alexander untuk mengenalkannya dengan Wisnu.

Setelah menjalin hubungan dekat dengan Wisnu melalui Alexander. Jaksa menyebut Kenneth kerap mendapat proyek dari PT Krakatau Steel atau anak perusahaan lainnya, yang nilainya miliaran rupiah. Proyek itu disebut jaksa terjadi dalam kurun waktu 2012-2016.

"Pada tahun 2012 pekerjaan pengadaan CO2 Observer di PT KE senilai USD 6 juta di mana Wisnu saat itu menjabat Direktur PT KDL. Tahun 2014-2015 pekerjaan subkontrak pengadaan boiler 23 ton per jam di PT Krakatau Steel senilai Rp 7 miliar, lalu tahun 2015-2016 pekerjaan pengadaan boiler 35 ton per jam senilai Rp 20 miliar," kata jaksa KPK.

Atas pekerjaan, jaksa menyebut Alexander menerima uang Rp 101 juta dari Kenneth di Starbuck, Bintaro dan menerima Rp 55 juta serta Rp 1,2 juta dari Eddy Tjokro. Setelah itu, Alexander bertemu dengan Wisnu Kuncoro membahas pekerjaan yang dilakukan PT Grand Kertech dan PT Tjokro Bersaudara.




"Pada akhir pertemuan terdakwa (Wisnu Kuncoro) menerima uang tunai dalam paper bag Rp 20 juta dari Kurnia Alexander Muskitta. Beberapa saat kemudian terdakwa dan Kurnia Alexander Muskitta bersama-sama dengan Kenneth Sutardja diamankan petugas KPK. Sedangkan Eddy Tjokro beberapa hari kemudian menyerahkan diri ke KPK," kata jaksa.

Atas perbuatan itu, Wisnu Kuncoro didakwa bersalah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11, UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.


Simak Video "Tolak PHK, Buruh Geruduk Pabrik Krakatau Steel"

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed