detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 14:04 WIB

Menhan Minta KKB di Papua Dihantam, Polri Fokus Pelihara Keamanan

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Menhan Minta KKB di Papua Dihantam, Polri Fokus Pelihara Keamanan Brigjen Dedi Prasetyo (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua adalah pemberontak yang harus dihantam. Menanggapi hal itu, Polri mengatakan pihaknya fokus melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di sana.

"Polri, TNI, bersama pemerintah daerah setempat fokusnya adalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kemudian harus betul-betul terjaminnya pelayanan masyarakat yang ada di sana, itu fokus yang kita lakukan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Grandkemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Dedi mengatakan polisi juga tetap melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan di Papua. Dia menyebut polisi bakal menindak tegas pelanggaran hukum yang dilakukan KKB.


"Termasuk tentunya penegakan hukum tetap kita lakukan dalam rangka untuk mitigasi ancaman KKB ataupun KKB ini mengulangi lagi perbuatannya. Penegakan hukum secara tegas dan terukur akan terus dilakukan oleh tim gabungan dari TNI-Polri," ujarnya.

Dia mengatakan Polri bakal melakukan evaluasi di mana yang menjadi titik lemah dan akan dilakukan peningkatan. Dedi menyebut saat ini personel yang ada di Papua sudah mencukupi untuk memberikan jaminan keamanan.

"Tetap sama, setiap kejadian selalu dievaluasi apa yang jadi titik lemah di situ akan ditingkatkan. Sementara untuk kondisi sangat kondusif, kemudian untuk jumlah personel yang ada di Papua sudah mencukupi dalam rangka memberikan jaminan keamanan dan ketertiban di Papua," ucap dia.


Sebelumnya, Ryamizard mengaku tak suka kepada KKB, yang dianggapnya sebagai pemberontak. Dia meminta agar kelompok tersebut dihantam.

"Saya nggak suka dengan KKB-KKB, pemberontak ya itu harus dihantam," kata Ryamizard kepada wartawan setelah mengisi kuliah umum di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (13/8).

Ryamizard meminta aparat berwenang menindak tegas KKB tersebut. Menurutnya, perbuatan menghilangkan nyawa seseorang tidak dibenarkan.



Tonton video saat Baku Tembak Kelompok Bersenjata Kembali Terjadi di Nduga Papua:

[Gambas:Video 20detik]


(abw/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com