detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 13:34 WIB

JK: Profesionalisme TNI-Polri Jadi Bagian Keutuhan Negara

Farih Maulana Sidik - detikNews
JK: Profesionalisme TNI-Polri Jadi Bagian Keutuhan Negara Wapres JK (Foto: Biro Setwapres)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bicara tentang pentingnya keamanan dalam sebuah negara. Dia mengatakan tak ada negara maju tanpa keamanan yang baik.

JK yang menjadi pembicara dalam Pembekalan Program Kegiatan Bersama Kejuangan kepada Perwira Siswa Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri tahun 2019 awalnya bercerita tentang tujuan negara Indonesia. Dia menyebut tujuan Indonesia sebenarnya sederhana namun butuh kerja keras untuk mencapainya.

"Tujuan negara kita walau sederhana betul-betul butuh kerja keras untuk melaksanakan semua. Negara makmur dan adil. Tentu upaya bersama jadikan negara adil makmur sekaligus. Pendek saja, tapi mempunyai implikasi, mempunyai perjuangan, usaha keras tentu upaya keras secara bersama-sama," kata JK di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Dia mengatakan dalam upaya mewujudkan tujuan negara itu diperlukan berbagai syarat mulai dari ekonomi, politik hingga keamanan. Oleh sebab itu, kata JK, TNI-Polri mempunyai perananan penting dalam upaya mewujudkan tujuan negara.



"Masalah kamtib, TNI-Polri juga selesaikan masalah sisa-sisa, seperti radikalisme apakah itu di Poso, Papua dan tempat lain. Kalau terjadi penderitaan masyarakat karena bencana juga yang di depan TNI dan Polri. TNI dan Polri juga atasi kebakaran hutan. TNI-Polri juga bukan hanya mengatasi keamanan bangsa, tapi juga mengatasi masalah-masalah bangsa yang menjadi maslahat kepada masyarakat ini," ujarnya.

JK menyebut itulah tugas keseharian TNI-Polri. Dia pun mengatakan tidak ada negara yang maju tanpa keamanan dan ketertiban yang baik.

"Tak ada negara maju tanpa keamanan yang baik dan ketertiban yang baik. Semua negara yang maju, tentu butuh itu. Karena itulah proporsionalisme dari TNI-Polri jadi bagian dari pada keutuhan negara ini. Kita juga bicara bela negara bukan hanya bertempur tapi juga dalam meningkatkan sumber daya kita, ekonomi kita, semua unsur kita bagaimana menjaga dan bela negeri ini. Apalagi tugas TNI-Polri dan perwira yang memiimpin kita semua pada masa datang," jelas JK.

Dia lalu mengingatkan Indonesia yang 26 tahun lagi bakal mencapai usia kemerdekaan ke-100 tahun. JK menyebut usia 100 tahun menjadi momentum untuk menilai capaian bangsa.

"Saya katakan 26 tahun lagi RI berumur 100 tahun. Suatu usia yang jadi momentum baik menilai kita semua. Saya yakin yang hadir di sini tentu punya kesempatan bekerja, atau memimpin dalam jangka waktu itu. Mungkin di antara anda ada yang jadi Panglima, Kepala Staf atau Kapolri pada saat negara mencapai 100 tahun. Tapi pencapaian itu dibutuhkan langkah-langkah, baik langkah ekonomi, politik dan ketertiban. Tak ada negara besar tanpa itu," tuturnya.



JK menyebut keamanan juga berkaitan dengan perolehan pajak suatu negara. Dia pun mengatakan pembangunan yang dilakukan pemerintah sangat bergantung pada kondisi keamanan dan ketertiban.

"Dalam persepsi kuno diajarkan negara maju butuh pajak, pajak butuh keamanan, keamanan butuh tentara, polisi, mereka butuh peralatan, dan peralatan butuh pajak. Jadi berputar satu lingkaran yg menjadi bagian dari pada tugas kita semua. Apapun dilakukan menteri-menteri atau gubernur, pemda pembangunan tapi bisa bocor terkendala di lapangan apabila ada masalah keamanan dan ketertiban di lapangan," pungkas JK.



Komnas HAM Soroti Batasan TNI dalam RUU Terorisme:

[Gambas:Video 20detik]


(haf/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed