detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 13:06 WIB

Bima Arya Tegakkan Perda Buang Sampah-BAB Sembarangan Denda Rp 50 Juta

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Bima Arya Tegakkan Perda Buang Sampah-BAB Sembarangan Denda Rp 50 Juta Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Kebersihan/Foto: Sachril Agustin Berutu-detikcom
Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto akan kembali menegakkan Perda Ketertiban Umum. Warga yang membuang sampah dan buang air besar (BAB) sembarangan bisa didenda maksimal Rp 50 juta.

"Mari kita sekarang tegakkan hukum. Kita punya Perda, dendanya sampai Rp 50 juta bagi yang buang sampah sembarangan, buang air besar sembarangan, pipis sembarangan, kita denda. Bayangkan denda Rp 50 juta pipis sembarangan," kata Bima Arya saat rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (14/8/2019).

Bima menceritakan hasil peninjauannya di Kali Kedung Badak, Tanahsareal, Sabtu (10/8). Di lokasi, Bima Arya melihat masih banyaknya warga membuang sampah sembarang. Dari tinjauan juga diketahui di lokasi belum ada tempat pembuangan sampah.





"Perda ini akan diterapkan bila pembangunan infrastruktur dan sosialisasi telah dilakukan di beberapa titik. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membangun infrastruktur septik tank, instalasi pengolahan air limbah (ipal), sistem pengangkutan sampah, juga melakukan sosialisasi," lanjut dia.

Setelah infrastruktur rampung dibangun, maka sanksi denda bisa diberlakukan bagi warga yang buang sampah dan BAB sembarangan.


 Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Foto: Sachril Agustin Berutu-detikcom



"Enggak mungkin warga kita larang buang sampah, BAB, tanpa mereka punya fasilitasnya, tanpa mereka paham. Kalau warga enggak punya alasan lagi, bisa kita denda kalau melanggar. Sekarang kan mereka punya alasan, buang sampah di mana, buang air besar di mana," jelas Bima.

Menurut Bima, Kali Kedung Badak menjadi salah satu dari 5 titik di Kota Bogor yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah, instalasi pengolahan air limbah (ipal), dan septik tank.

Pembangunan sarana-prasarana akan segera dilakukan. Target pengerjaannya disebut Bima selama 3 tahun.




"Misalnya gini, di Kedung Badak itu, tahun depan sudah ada instalasi ipalnya, sudah ada tempat pengelolaan sampahnya. Begitu sudah ada, masih ada yang buang sampah sembarang, kita tindak. Tergantung titiknya, enggak bisa dipukul rata se-Kota Bogor," tegas Bima.

Aturan soal denda ini tertuang dalam Perda Kota Bogor No 8 tahun 2006 tentang Ketertiban Umum. Sedangkan ketentuan denda Rp 50 juta diatur pada Pasal 30 ayat 1-4.




Tonton juga video Pria Ini Buang Sampah Berplastik-plastik ke Sungai Musi:

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com