detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 12:21 WIB

Hasto: Amandemen Terbatas UUD 45 Beri Arah Kemajuan Indonesia

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Hasto: Amandemen Terbatas UUD 45 Beri Arah Kemajuan Indonesia Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Jakarta - Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan amandemen terbatas UUD 1945 yang direkomendasi PDIP bukan kembali ke masa lalu tetapi sebaliknya menatap masa depan Indonesia agar terencana. Sehingga, menjadi legacy bagi kepemimpinan Presiden Jokowi yang visioner.

"Jadi amandemen tidak kembali ke masa lalu. Amandemen terbatas menatap masa depan, agar Indonesia bisa bergerak maju, terencana, dan bisa menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (14/8/2019)

Dia menjelaskan Jokowi itu kader PDI Perjuangan. Apa yang telah dilakukan Jokowi justru akan menjadi dasar bagi rancangan haluan negara tersebut. Dengan demikian akan ada keberlangsungan terhadap konsepsi kepemimpinannya, terhadap posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Kesemuanya diletakkan dalam cita-cita 50 hingga 100 tahun ke depan. Jadi akan ada direction terhadap penguasaan teknologi, pengembangan ilmu pengetahuan dasar, dan pengembangan SDM yang hebat dan mumpuni," tegasnya


Ia pun mengingatkan haluan negara memuat kebijakan pokok pembangunan dan jalan tranformasinya, agar Indonesia secepatnya maju dan kembali disegani karena kekuatan domestiknya yang berkontribusi dalam peradaban dunia.

"Haluan negara akan merubah cara pandang bangsa, menjadi outward looking, dan hal tersebut akan mengikat seluruh lembaga tinggi negara, seluruh pemerintahan dari pusat hingga daerah, untuk bergerak dalam satu irama yang sama, kemajuan Indonesia Raya.

Lebih lanjut ia mengingatkan salah satu persoalan pokok pasca reformasi terletak pada cara pandang bangsa yang bersifat ke dalam (inward looking), sementara cara berpikir pendiri bangsa ketika berjuang memeroleh kemerdekaan adalah outward looking.

"Indonesia Raya itu dibangun dengan visioner. Kemerdekaan untuk menghapuskan berbagai belenggu penjajahan di seluruh bidang kehidupan, dan untuk membangun persaudaraan dunia ke dalam suatu tatanan dunia baru yang bebas dari penindasan," katanya.


"Sehingga tidak heran tahun 1955 Indonesia membuat geger dunia dengan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika sebagai cikal bakal Gerakan Non Blok yang menjadi kekuatan poros ketiga, poros cinta damai dan cinta kemerdekaan, dan di situlah kepemimpinan Indonesia yang visioner diwujudkan," imbuhnya.

Hasto menilai dalam konsepsi haluan negara pun, lebih dari 600 doktor di segala disiplin ilmu, pada tahun 1960, sudah merancang Pola Pembangunan Semesta Berencana.

"Namanya saja semesta, overall planning dalam seluruh bidang kehidupan. Apa yang diusulkan oleh PDI Perjuangan berkaitan dengan amandemen terbatas adalah tanggung jawab masa depan, agar Indonesia memiliki direction yang memberikan arah dan kepastian bagi seluruh gerak pembangunan nasional," pungkasnya.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed