ADVERTISEMENT
detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 10:30 WIB

Bamsoet: Parpol Munas Sebelum Oktober, Jokowi Tak Perlu Deal Dua Kali

Mochamad Zhacky - detikNews
Bamsoet: Parpol Munas Sebelum Oktober, Jokowi Tak Perlu Deal Dua Kali Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Ketua DPR yang juga caketum Golkar Bambang Soesatyo menilai parpol koalisi pendukung Jokowi sebaiknya konsolidasi sebelum Oktober. Agar Presiden Jokowi juga tak perlu deal dua kali seputar keputusan politik penting.

"Sebaiknya partai-partai pendukung pemerintah melakukan konsolidasi (Munas, Muktamar atau Kongres) sebelum Oktober. Tujuannya agar Presiden ataupun partai politik tidak deal dua kali dalam banyak pengambilan keputusan politik," kata Bambang Soesatyo kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

"Dalam hal penyusunan kabinet, penyusunan konfigurasi di MPR ataupun DPR RI hingga semua tingkatan di bawahnya (DPRD Propinsi/Kabupaten/Kota) mulai dari unsur pimpinan hingga alat kelengkapan dewan. Begitu pula dalam hal penyusunan koalisi untuk Pilkada Serentak 2020," sambungnya.

Dia mengapresiasi konsolidasi yang dilakukan PDIP dan PKB sudah tepat. PDIP menggelar kongres pada pekan lalu dan sudah menyusun strategi dan konsolidasi.

"Begitupun PKB yang akan bermuktamar pada pekan depan. Dua partai pendukung pemerintah ini, baik langsung maupun tidak langsung telah membantu meringankan beban presiden untuk tidak lagi dipusingkan diawal pemerintahan jilid duanya nanti," kata Bamsoet.

"Dengan pergantian kepemimpinan partai politik pendukungnya yang juga berarti berganti kebijakan partai politik tersebut jika ketua umum yang lama berhasil ditumbangkan oleh kepemimpinan baru yang lebih memberi harapan dan menjanjikan pembaharuan dalam menghadapi dan menjawab tantangan 2024 mendatang," jelasnya.



Dia lantas sedikit mengungkap isi pertemuannya dengan Jokowi kemarin. "Saya hanya meminta kesediaan beliau menjadi saksi nikah putera ketiga saya dan tidak ada membicarakan masalah Munas Partai Golkar. Soal Golkar, beliau adalah kepala negara dan kepala pemerintahan dan negarawan. Beliau menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme internal partai," ungkapnya.

"Tidak ada dukung mendukung, dan tidak ada restu-restuan. Di mata beliau saya dan Airlangga adalah sama," tegasnya.
(zak/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed