detikNews
2019/08/14 09:12:08 WIB

Round-Up

Indeks Bernegara Bikin Enzo Tetap Taruna

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Indeks Bernegara Bikin Enzo Tetap Taruna KASAD Jenderal Andika Perkasa menjelaskan soal hasil pemeriksaan terhadap Enzo Allie (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Enzo Zenz Allie yang sempat dikait-kaitkan dengan organisasi terlarang HTI tetap dipertahankan menjadi Taruna Akademi Militer (Akmil). TNI menyatakan indeks moderasi bernegara Enzo sudah memenuhi standar.

Sosok Enzo pertama kali dikenal masyarakat lewat video viral yang menampilkan percakapannya dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam bahasa Prancis. Perbincangan itu terjadi saat Enzo mengikuti sidang pemantauan akhir (pantukhir) terpusat di Akademi Militer, Magelang.



Video lengkap tentang Enzo diunggah di akun YouTube resmi TNI AD. TNI AD menyebut pria bernama lengkap Enzo Zenz Allie itu adalah anak dari warga Prancis bernama Jean Paul Francois Allie dan warga Indonesia bernama Siti Hajah Tilaria. Ayah Enzo sudah meninggal pada 2012.

Masa kecil Enzo dihabiskan di Prancis. Dia mulai sekolah di Indonesia sejak SMP dan sempat mengikuti pendidikan pesantren di Serang.


Indeks Bernegara Bikin Enzo Tetap TarunaFoto: Enzo, Taruna Akmil Keturunan Prancis Viral di Medsos (Dok. TNI AD)


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan status kewarganegaraan taruna Akmil keturunan Prancis, Enzo Zenz Allie, adalah WNI. Hadi menjelaskan status WNI merupakan salah satu syarat menjadi taruna Akmil.

"Iya (Enzo) WNI, karena mulai dari pendaftaran kan harus persyaratannya itu, diterima sebagai calon," kata Hadi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8).

Setelah video perbincangan Enzo dengan Panglima viral, ramai juga dibahas netizen mengenai latar belakang pria keturunan Prancis tersebut. Salah satu yang disorot yakni foto yang disebut Enzo tengah membawa bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Narasi yang berkembang mengaitkan Enzo dengan organisasi terlarang HTI. Namun tuduhan itu dibantah pesantren tempat Enzo menimba ilmu.



Kepala Sekolah Ponpes Al Bayan, Deden Ramdhani, membantah blasteran Prancis itu anggota HTI. Deden mengatakan pesantren yang diasuhnya juga bercorak ahlussunnah wal jamaah (aswaja) serta menyatakan setia kepada NKRI.

"Sebagai lembaga tentu pemahaman kami ahlussunnah wal jamaah dan NKRI harga mati," kata Deden Ramdhani saat ditemui wartawan di Anyer, Serang, Banten, Rabu (7/8).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed