Round-Up

Tanda Taksi Online Dikaji, Ganjil Genap Bisa Dilewati

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Agu 2019 20:00 WIB
Sosialisasi ganjil-genap (Foto: Lamhot Aritonang)
Sosialisasi ganjil-genap (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Wacana taksi online bebas melintas di kawasan ganjil-genap di Jakarta sedang dikaji. Penanda khusus kini dibahas.

Keinginan agar kebijakan ganjil genap tidak menyasar taksi online itu sempat dikemukakan oleh Menhub, Budi Karya Sumadi. Budi ingin taksi online diberlakukan seperti taksi pada umumnya yang dikecualikan dari ganjil-genap.

"Kalau taksi biasa boleh, mestinya mereka boleh juga, itu yang saya sampaikan equlity," kata Budi di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (11/8/2019).



Ternyata, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, punya pandangan senada. Anies bahkan sudah membahas hal itu dengan operator taksi online.

"Bukan hanya Pak Menhub, hari Jumat kemarin sudah bertemu dengan pengelola Grab. Saya bertemu Grab bersama dengan Pak Kepala Dinas (Perhubungan) dan sekarang ini, Dinas Perhubungan dan pengelola Grab sedang membicarakan tentang penandaan," kata Anies kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap / Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap / Foto: Pradita Utama


Menurut Anies, setelah pembahasan itu selesai, angkutan akan mendapat tanda bebas ganjil-genap. Saat ini, pengecualian ganjil-genap hanya untuk angkutan umum dengan pelat nomor polisi (nopol) kuning.

"Supaya kendaraan-kendaraan yang bekerja sebagai angkutan, nanti memiliki tanda. Karena saat ini tidak memiliki tanda, makanya pada saat kemarin salah satu dikecualikan adalah mobil dengan pelat nomor berwarna kuning, karena memang mereka memberikan jasa transportasi," ucap Anies.




Dengan penanda itu, disebut Anies, petugas kepolisian ataupun dari Dinas Perhubungan dapat membedakan taksi online dengan mobil pribadi. Penanda itu nantinya akan dipakai petugas untuk mengidentifikasi jenis kendaraan pada saat pemberlakuan sistem ganjil-genap.

"Yang pelat hitam, belum ada tandanya, sekarang sedang disiapkan ada tanda sehingga nanti kendaraan yang memang bekerja memberikan jasa transportasi bisa dikecualikan juga," ucap Anies.

"Jadi dibicarakan untuk diberikan penandaan ya di mobilnya sehingga petugas di lapangan lebih mudah identifikasi," imbuhnya.

Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap / Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap / Foto: Lamhot Aritonang


Meski demikian, ada juga pendapat yang tak setuju. Pengamat Transportasi Univesitas Katolik Soegijapranata (Unika), Djoko Setijowarno mengatakan jika ide Budi dan Anies itu terealisasi, maka bisa jadi banyak orang yang mendaftar menjadi pengemudi taksi online untuk menghindari ganjil genap.

"Bisa jadi semua pemilik mobil nantinya mendaftarkan diri ikut taksi online. Percuma daerah buat program kebijakan transportasi," tulisnya dalam keterangan resminya.



Saat ini, kebijakan perluasan ganjil-genap memasuki tahap uji coba. Selama periode ini, taksi online tetap dikenai ganjil genap.

"Ya sekarang kan kita baru implementasi uji coba. Baru ada evaluasi. Sesuai konpers (konferensi pers) kemarin ya, yang dikecualikan itu angkutan umum pelat kuning, motor, ada yang 11 (kendaran yang dikecualikan) itu," ucap Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo saat dihubungi, Senin (12/8/2019).




Tonton Video Menhub Minta Ganjil-Genap Adil Buat Taksi Online:

[Gambas:Video 20detik]

(imk/idn)