Kasus Kematian Paskibraka di Tangsel, Polisi Cek Buku Harian Korban

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Senin, 12 Agu 2019 14:03 WIB
Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Tangerang Selatan - Penyidik Polres Metro Tangerang Selatan masih mengusut kasus kematian Aurellia Qurata Aini, calon anggota Paskibraka Tangsel. Selain memeriksa saksi-saksi, polisi memeriksa buku harian yang sempat ditulis korban.

"Buku harian juga kita cek, keluarga juga memberikan (buku harian korban)," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharam Wibisono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Muharam menyebut semua saksi sudah diperiksa polisi terkait kasus tersebut. Ia tidak menjelaskan detail terkait kasus itu karena polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

"Semua yang terkait baik itu pelatih, teman, dan keluarga (korban sudah diperiksa). Yang jelas seluruh pihak terkait sudah kita minta keterangan," ungkap Muharam.


Diketahui, Aurellia meninggal dunia pada Kamis (1/8) pagi. Aurellia terlihat terjatuh di dapur di rumahnya saat sedang ingin menulis buku diary. Kemudian Aurellia dibawa keluarganya ke rumah sakit, namun tidak lama meninggal dunia.

Buku diary milik Aurellia juga sempat disobek saat menjalani latihan itu. Purna Paskibraka Indonesia (PPI) mengatakan buku diary memang disobek karena ada beberapa temannya malas menulis buku diary yang menceritakan kegiatan sehari-hari selama mengikuti pelatihan tersebut. Namun beberapa teman Aurellia juga disobek buku diarynya agar mereka kompak menulis.

"Buku diary memang sempat dirobek, jadi karena di antara teman-teman ada yang tidak menulis, ada yang malas. Buku diary isinya tentang keseharian mereka dari segi keseharian di rumah dan lapangan karena latihan sifatnya masih pulang pergi, ya di rumah kita tidak tahu kondisi mereka seperti apa dan bagaimana, kami merasa buku itu penting. Jadi ada teman berkali-kali tidak mau mengerjakan dan malas, jadi kami ada teman pelatih ini masih ranah pembinaan untuk mengingatkan, ibaratnya cuma teguran," Ketua PPI Tangsel, Warta Wijaya saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/8).

(sam/mea)