detikNews
Senin 12 Agustus 2019, 12:07 WIB

Soal Penumpang Gelap di Kubu Prabowo, Rachmawati: Kami Tetap Waspada

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Soal Penumpang Gelap di Kubu Prabowo, Rachmawati: Kami Tetap Waspada Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri (Lisye/detikcom)
Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, menilai penumpang gelap merupakan hal biasa dalam politik. Namun pihaknya tetap waspada.

"Itu memang biasa. Di dalam suatu dinamika yang dikatakan sebagai partai politik," ujar Rachmawati di Grand Sahid Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).


Rachmawati mengatakan penumpang gelap tidak hanya terdapat di partai politik. Dia mencontohkan orang yang kaki kiri dan kanannya berada di pihak berbeda.

"Jangankan parpol. Di mana-mana bisa saja ada yang namanya penumpang gelap. Ada orang yang artinya kaki kanan di sana kaki kiri di sini ya biasa," lanjutnya.

Namun Rachmawati mengatakan dia tetap waspada dengan isu penumpang gelap di kubu Prabowo tersebut. Ia mengatakan akan tetap menjalankan visi dan misi partai Gerindra dengan baik.

"Tapi juga insyaallah kita tetap mewaspadai karena apa yang menjadi cita-cita dan visi-misi partai ke depan itu bisa dijawab dengan baik dan mulus," ucapnya.

Selain itu, Rachmawati tidak menjawab pertanyaan siapa penumpang gelap yang dimaksud apakah orang yang tidak menginginkan Prabowo merapat ke pemerintah. Menurutnya, merapat atau tidak ke pemerintah, tentu ada alasan yang jelas.

"Saya kira kok ini ada semacam distorsi ya, memutarbalikkan ya. Kalau tidak suka ke sana (pemerintah) itu tentu ada istilahnya, alasannya," kata Rachmawati.

"Nah, itu kita harus bisa berlapang dada untuk menerima semua masukan atau kritikan baik yang setuju merapat. Setengah setuju atau tidak setuju sama sekali. Kita harus bisa menerima kritikan berbagai elemen," kata dia.


Sebelumnya, politikus Gerindra menyebut penumpang gelap yang memanfaatkan Prabowo Subianto bertujuan membuat situasi Indonesia kacau. Penumpang gelap juga ingin presiden Joko Widodo disalahkan akibat kondisi itu.

"Orang itu ingin Indonesia chaos. Ingin Pak Jokowi disalahkan. Ingin Indonesia ini ribut. Pak Prabowo sebagai patriot dan negarawan menolak hal itu. Itulah penumpang gelap itu," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade di Gado-gado Boplo, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).



Simak video Gerindra: Penumpang Gelap buat Prabowo Bukan PA 212:

[Gambas:Video 20detik]


(lir/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed