detikNews
Sabtu 10 Agustus 2019, 19:31 WIB

Cerita Bima Arya Buat Lurah Challenge dan Bersihkan Kali dalam 3 Minggu

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Cerita Bima Arya Buat Lurah Challenge dan Bersihkan Kali dalam 3 Minggu Bima Arya (Foto: Sachril Agustin Berutu)
Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya memamerkan program Lurah Challenge di Kongres ke-5 Diaspora Indonesia. Bima mengatakan program itu dilakukan dalam rangka menjadikan Bogor sebagai kota masa depan yang ramah bagi semua pihak.

Lurah Challenge adalah program agar lurah di Bogor menyelesaikan suatu permasalahan di wilayahnya. Bima kemudian mencontohkan Lurah Bantarjati Dheri Wiriadirama saat diminta membersihkan Sungai Cibagolo. Sungai Cibagolo sebelumnya penuh dengan limbah dan sampah-sampah.

"Sejak mulai periode kedua, saya punya program Lurah Challenge. Ini saya challenge Lurah di Bantarjati pada bulan lalu, untuk melihat limbah yang banyak," kata Bima saat menjadi pembicara di Creating the Cities of the Future dalam acara Congress of Indonesian Diaspora (CID-5), di Kota Kasablanka, Jalan Casablanca Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019).



Bima mengatakan, hanya dalam tiga minggu, Sungai Cibagolo menjadi bersih. Lurah Bantarjati, kata Bima, mampu menyelesaikan permasalahan di wilayahnya.

"Kalau kepala daerah mendorong, kadang mencekek, kadang memaksa, lurah baru bergerak. Ini saya sebut Lurah Challenge. Hanya dalam waktu 3 minggu, bisa," jelas dia.



Bima mengatakan lurah-lurah di Bogor bisa menyelesaikan permasalahannya karena mereka bisa membangun networking.

"Lurah bisa seperti ini ketika dia bergaul dan membangun network dengan semua. Karena enggak ada APBD, uangnya dari mana. Banyak program berjalan karena CSR, bukan APBD," ujar Bima.



Selain itu, Bima mengatakan kota masa depan merupakan kota di mana seluruh pihak bisa bersama-sama melakukan pembangunan. Pembangunan harus dilakukan tanpa memandang latar belakang warga.

"Kota masa depan adalah kota di mana kebersamaan dirawat, kotanya dirawat, apa pun agamanya, apa pun latar belakangnya, apa pun politik nya. Mau cebong, kampret, semua harus punya Kota Bogor," imbuhnya.

Bima juga mengatakan saat ini Pemkot Bogor menggunakan aplikasi SiBadra untuk menunjang pelayanan. Aplikasi itu bisa diunduh di smartphone dan masyarakat bisa mengadukan keluhan lewat aplikasi itu.

"Kalau hari itu tidak direspons, malamnya langsung ke kadis. Kalau kadis tidak merespons, langsung Wali Kota. Semuanya harus dibenahi Kota Bogor. Kota masa depan adalah kota di mana pemimpinnya bisa dijangkau dengan cepat melalui kanal media," bebernya.



Tonton juga video Demi Revitalisasi, Rumah Liar di Bantaran Kali Bahagia Akan Digusur!:

[Gambas:Video 20detik]


(knv/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com