detikNews
2019/08/10 08:18:46 WIB

Round-Up

Penumpang Gelap Menyingkir saat Prabowo Banting Setir

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Penumpang Gelap Menyingkir saat Prabowo Banting Setir Prabowo Subianto (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Partai Gerindra menyebut ada penumpang gelap di belakang Prabowo Subianto sejak gelaran Pilpres 2019. Namun Prabowo mengendus akal bulus penumpang gelap itu dan membuat manuver yang membikin si penumpang terhempas.

Kabar soal penumpang gelap ini datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Identitas penumpang gelap ini memang misterius, pihak yang ada di sisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kala Pilpres 2019 turut menepis pihaknya adalah yang dimaksud sebagai penumpang gelap.

Bagaimana Prabowo bisa menyadari keberadaan penumpang gelap di belakangnya? Mudah saja bagi orang sekaliber mantan Panglima Kostrad itu untuk mengidentifikasi ketidakberesan pihak-pihak di sekelilingnya. Instingnya sebagai panglima perang membuatnya peka dengan tiap pergerakan.



"Tadi dibilang soal 'penumpang gelap', bukan karena kita singkirkan. Prabowo jenderal perang, Bos, dia bilang sama kita, 'Kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan nggak terduga.' Dia banting setir dan orang-orang itu gigit jari," kata Dasco dalam pemaparan survei Cyrus Network di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

Penumpang Gelap Menyingkir saat Prabowo Banting SetirSufmi Dasco Ahmad. (Dok Pribadi).

Dasco enggan menjelaskan secara detail siapa yang dimaksud 'penumpang gelap' itu. Dia hanya menjelaskan para 'penumpang gelap' ini disebut kecewa atas tindakan Prabowo yang melarang pendukungnya berdemo ke Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang sengketa Pilpres 2019.

"Pertama, di MK. Itu tidak disangka dan diduga Prabowo akan umumkan ke pendukungnya untuk tidak melakukan demo, nggak datang ke MK agar nggak terjadi hal-hal nggak diinginkan. Itu di luar banyak dugaan orang itu namanya penumpang gelap," sebut Dasco.



Dasco mengatakan setelah sidang MK itu pun masih ada orang yang berusaha menghasut Prabowo. Dasco menyebut orang itu ingin Prabowo mengorbankan para ulama dan emak-emak.

"Sesudah MK masih ada tuh, ada yang ngomong sama Prabowo, 'Pak, kalau mau rakyat marah, ulama dan emak-emak disuruh ke depan biar jadi korban rakyat marah.' Prabowo pikir, 'Emang gue bodoh? Kan kasihan emak-emak, ulama mau dikorbankan,'" ujar Dasco.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com