Round-Up

Akhir Kasus Foto 'Terlalu Menawan': Evi Jadi Anggota Dewan

Rivki - detikNews
Sabtu, 10 Agu 2019 07:05 WIB
Foto: Evi Apita Maya menangis usai mendengar putusan MK (dwi/detikcom)


Meski digugat, Evi tetap yakin bahwa dirinya tak pernah melakukan pelanggaran pemilu. Evi berdalih dirinya mengikuti kompetisi dengan jujur dan adil.

Evi berharap nantinya para hakim MK dapat memberikan putusan yang adil bagi perkaranya. Dia juga mengaku tak ada persiapan untuk menjalani sidang selanjutnya, Evi menyerahkan semuanya kepada kuasa hukumnya.

"Semoga nanti hasil akhirnya, MK akan tetap memperhatikan hati nurani, tetap akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya," ujar Evi usai sidang di gedung MK pada 22 Juli 2019 lalu.



Harapan Evi pun terwujud pada Jumat (9/8) ketika MK menolak gugatan Farouk. MK menilai gugatan Farouk tak beralasan menurut hukum serta tak disertai bukti yang kuat.

"Amar putusan mengadili dalam eksepsi menolak eksepsi termohon, pihak terkiat satu dan pihak terkait dua. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Hakim Ketua Anwar Usman saat membacakan amar putusan PHPU dalam sidang di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

Mendengar putusan itu Evi menangis dan bersyukur jalannya menjadi senator sah dan tak terbantahkan. Sambil menangis, Evi mengucapkan syukur atas putusan tersebut.

"Alhamdulillah, bersyukur pada Allah pada Jumat barokah ini keadilan itu sudah terwujud. Apa pun putusan tadi, saya pikir itulah putusan yang seadil-adilnya," ujar Evi setelah mendengarkan putusan.



Evi berterima kasih kepada masyarakat karena telah mengamanahkan dan memilihnya dalam pemilihan DPD di NTB. Selanjutnya dia mengatakan akan langsung bekerja untuk masyarakat.

"Langkah selanjutnya, pertama, izinkan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, kepada masyarakat NTB yang telah mendoakan dan mengamanahkan ini kepada saya," kata Evi.
Halaman

(rvk/HSF)