detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 22:45 WIB

Dubes Agus Respons Gus Wafi' soal Habib Rizieq Diminta Keluarga Pimpin Doa

Tim detikcom - detikNews
Dubes Agus Respons Gus Wafi soal Habib Rizieq Diminta Keluarga Pimpin Doa Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel saat Menggotong Keranda Jenazah Mbah Moen (Foto: Istimewa)
Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, merespons ucapan Gus Wafi' Maimun soal kedatangan Habib Rizieq Syihab (HRS) ke pemakaman KH Maimun Zubair (Mbah Moen) karena diminta keluarga. Menurut Agus, pihaknya sebagai yang bertanggungjawab di Saudi tak mendapat info soal itu.

"Kita sebagai yang bertanggungjawab di Saudi tidak terinfo karena semua proses menjadi tanggung jawab perwakilan RI di Saudi yaitu KBRI dan KJRI," kata Agus, Jumat (9/8/2019).

Agus menyebut keluarga Mbah Moen di Rembang memang sempat menghubungi dirinya. Namun, komunikasi itu berisi permintaan agar Agus berusaha agar Mbah Moen bisa dimakamkan di Ma'la.

"Keluarga Sarang Rembang hanya menghubungi saya untuk berusaha meyakinkan Saudi agar Mbah bisa dikubur di Ma'la. Hanya itu tidak lebih," ucapnya.

Dia mengatakan saat itu pihak KBRI sedang berupaya untuk melakukan pendekatan ke pihak Saudi agar Mbah Moen bisa dimakamkan di Ma'la sebagaimana wasiat almarhum. Dia juga menyebut KBRI mendapat perintah dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno agar wasiat tersebut bisa terlaksana.

"Istana Presiden lewat Mensesneg Prof Pratikno menghubungi kami dan memerintahkan untuk melakukan komunikasi dan pendekatan kepada Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan Mbah Moen dimakamkan di Ma'la sebagaimana yang pernah beliau wasiatkan," ujarnya.



Singkat cerita setelah melewati berbagai proses, jenazah Mbah Moen bisa dimakamkan di Ma'la. Agus mengatakan wafatnya Mbah Moen mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sebagai perwakilan RI kami harus siapkan semua secara all out, apalagi Bapak Presiden menaruh perhatian yang sangat luar biasa terkait wafatnya Mbah Moen," ujarnya.

Agus lalu bercerita peristiwa saat Habib Rizieq berdoa saat pemakaman Mbah Moen. Dia mengatakan dalam suasana duka, dirinya tetap menghormati Mbah Moen sehingga tidak menghentikan orang yang berdoa meski tidak masuk dalam list petugas prosesi pemakaman.


Habib Rizieq di pemakaman Mbah MoenHabib Rizieq di pemakaman Mbah Moen (Foto: Ardhi Suryadhi/detikcom)

"Dalam suasana duka yang mendalam saya harus tetap istikamah menghormati Mbah Moen. Cara saya menghormati Mbah Moen adalah dengan tidak menghentikan doa saudara-saudara kita meski tidak tercantum dalam susunan upacara yang sudah diatur KBRI. Tak elok kalau saya lakukan itu, saya tidak ingin gaduh. Yang penting bagi kami, Mbah Moen dimakamkan di Ma'la bukan di Saraya yang 20 km dari Mekah," ujarnya.

Habib Rizieq memang hadir dalam pemakaman Mbah Moen di Al Ma'la, Mekah. Dalam momen itu, Habib Rizieq memimpin doa.

Nah, terkait hal itu, Agus Maftuh menyebut Habib Rizieq melakukan penyerobotan doa karena tidak berkoordinasi dengan dirinya selaku shobibul bait (pihak yang berhajat). Agus Maftuh mengatakan dirinya bersama pihak yang lain sudah mengatur rangkaian pemakaman Mbah Moen dari pemulasaran, salat jenazah di Masjidil Haram, hingga pemakaman.



Namun, lanjutnya, Habib Rizieq tiba-tiba memimpin pembacaan doa. Agus Maftuh mengatakan dirinya sebenarnya ada di lokasi dan sempat menggotong jenazah Mbah Moen menuju liang lahat. Namun dia terpental karena pelayat begitu banyak. Sehingga dia mengikuti prosesi doa yang sudah berjalan.

Terbaru, Gus Wafi' yang merupakan putra Mbah Moen mengatakan kedatangan Habib Rizieq ke pemakaman Mbah Moen adalah permintaan keluarga. Gus Wafi' yang merupakan putra Mbah Moen mengatakan Habib Rizieq juga diminta menjadi imam salat dan memimpin doa di pemakaman Mbah Moen

"Kedatangan HRS memang atas permintaan keluarga Mbah Moen, yakni Gus Najih. HRS juga diminta menjadi imam sholat dan doa di pemakaman Mbah Moen," kata Gus Wafi' kepada detikcom, Jumat (9/8).

Dia mengatakan semestinya tak ada yang meributkan soal pihak yang takziah ke pemakaman Mbah Moen. Sebab, takziah merupakan hal yang baik.

"Takziyah merupakan hal baik, rasa kemanusiaan, seharusnya tidak perlu diributkan," tuturnya.


(haf/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed