detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 17:17 WIB

Riset UI: Selain Uang, Mitra Gojek Dapat Manfaat Lebih

Uji Sukma Medianti - detikNews
Riset UI: Selain Uang, Mitra Gojek Dapat Manfaat Lebih Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda
Jakarta - Universitas Indonesia melakukan riset terhadap driver atau mitra Gojek mengenai kepuasan hidup mereka. Para peneliti menggunakan instrumen The Satisfaction with Life Scale (SWL) dari Pavot dan Diener (2013).

Diketahui dari riset tersebut, skor rata-rata kebahagiaan mitra 24,3 dari skala maksimal 35. Artinya, secara umum mitra Gojek tergolong cukup puas dengan hidupnya yang menjadi lebih baik dan merasa bahagia. Penelitian itu juga menyebut mitra Go-Jek mengakui adanya manfaat di luar keuntungan ekonomi yang mereka peroleh dari bermitra dengan Go-Jek.

"Mereka melihat hidup menjadi lebih bermakna karena dengan menjadi mitra Gojek, mereka bisa membantu banyak orang dan menebarkan kebaikan. Dalam konteks industri digital yang menganut sistem kemitraan seperti Gojek, makna kerja menjadi penting karena setiap orang punya pilihan dan otonomi dalam bekerja, yang mana ini lebih memberdayakan mitra," kata Peneliti Bagus Takwin dalam keterangan tertulis, Jumat (9/8/2019).


Adapun, dengan menggunakan konsep well-being dari Martin Seligman, penelitian ini menemukan bahwa para mitra Gojek mengalami unsur-unsur kebahagiaan yang mencakup emosi positif, keterlibatan intensif, hubungan positif, makna dan prestasi atau pencapaian diri.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan sebanyak 201 orang mitra Gojek (109 laki-laki dan 92 perempuan) dari layanan GoRide, GoCar, GoFood, GoMassage, GoClean dan GoAuto, dari sembilan kota yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Balikpapan, Makassar, dan Palembang.

"Penelitian mengenai well-being pekerja di industri konvensional sudah banyak dilakukan. Namun, penelitian terhadap anggota ekosistem ekonomi digital masih jarang. Ini perlu dilakukan guna memahami lebih dalam bagaimana ekonomi digital bisa membantu individu tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga manfaat non-finansial yang berguna bagi pengembangan diri. Sehingga, ekonomi digital Indonesia bisa inklusif dan berkualitas," tutur Kepala Lembaga Demografi FEB UI Turro S. Wongkaren.


Mitra GoMassage di Medan, Eve, bukan nama sebenarnya, mengungkapkan ia memiliki hubungan positif dengan banyak orang setelah bekerja sebagai mitra GoMassage. Lewat GoMassage, ia berkesempatan untuk menjalin interaksi dan hubungan positif dengan banyak orang.

Sebelumnya, ia bekerja di sebuah toko pakaian yang kemudian bangkrut. Sekarang ia bekerja di sebuah kantor pengacara sebagai petugas administrasi. Di sisa waktunya, ia menyalurkan ilmu fisioterapi yang dimiliki dengan bergabung sebagai mitra GoMassage. Eve mengatur waktu sedemikian rupa agar dapat menjalani dua pekerjaan tersebut dengan baik.

Eve menilai bergabung dengan GoMassage memberikan peluang untuk berkembang dan membina hubungan positif dengan banyak orang, selain juga memberikan tambahan penghasilan. Semenjak bergabung dengan GoMassage, ia jadi memiliki banyak kenalan dan teman yang rasanya seperti saudara sendiri.

"Pernah ada ibu-ibu sering datang ke sini dari Pekanbaru, sekarang saya berteman baik sama dia. Kemarin kami bertemu di Bandung, jalan-jalan. Saya pernah diundang ke Jakarta, naik Garuda lho pulang-pergi hanya untuk massage. Saya menginap di Hotel Sahid tiga hari," tuturnya.

Manfaat sosial dari bekerja sebagai mitra Gojek dirasakan juga oleh Jel, bukan nama sebenarnya, seorang perempuan mitra GoCar yang sebelumnya bekerja di rumah sakit.

Menurut Jel ia merasa cocok dengan pekerjaan ini karena suka berinteraksi sama orang baru. "Menurut saya juga kita jadi kenal bermacam macam karakter orang, bisa kasih pendapat yang baik, kayak saling sharing itu," terangnya.



Tonton Video Gandeng WQA APAC, Gojek Ingin Beri Pelayanan Kelas Dunia:

[Gambas:Video 20detik]


(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com