detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 08:17 WIB

Laporan Dari Mekah

Cerita Dubes Agus Tangani Orang Indonesia yang Akali Visa Haji

Ardhi Suryadhi - detikNews
Cerita Dubes Agus Tangani Orang Indonesia yang Akali Visa Haji Foto: Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh (Ardhi Suryadhi/detikcom)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Mekah - Orang Indonesia punya stereotipe tersendiri ketika musim haji. Mereka disebut 'kreatif' urusan mengakali visa haji.

Demikian dikatakan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, saat Rapat Kerja dengan DPR RI dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di Mekah.

"Ini saya harus buka kreativitasnya orang Indonesia. Orang Indonesia itu kalau musim haji 'ilmunya' banyak sekali," awal mula cerita Agus.


Sebagai Dubes tentu Agus tak mau dibilang asal berkomentar. Pernyataan ini keluar lantaran pengalamannya pula menjadi perwakilan pemerintah RI di Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir.

Pengalaman teranyar Agus terkait 'kreativitas' orang Indonesia ini pun terjadi belum lama. Di mana ia mendapat laporan ada 3 bus di daerah Shumaisi yang berisi orang Indonesia terjerat masalah visa.

Visa yang dimiliki orang-orang tersebut sejatinya untuk ziarah, namun ternyata dipakai untuk ibadah haji. Tentu saja hal ini tak sesuai aturan, lantaran haji harus punya visa haji. Dan ketika ditanya, orang-orang yang tertangkap ini dengan 'kreatif' memberikan alasannya. Yakni masuk Madinah, alasannya untuk 'ziarah' ke Rasul alias ke Masjid Nabawi. Kemudian ketika di Mekah, pembenaran mereka adalah untuk ziarah ke Ka'bah.


"Kalau ke Arafah ya ziarah Arafah. nyangkutlah di situ," ujar Agus sembari geleng-geleng dengan dalih orang Indonesia yang menyalahgunakan visa tersebut.

Meski dibikin 'gemas', tetap saja Agus tak bisa menutup mata dan membiarkan mereka begitu saja ditahan otoritas Saudi.

"Kalau darahmu WNI maka dubes harus menyelesaikan permasalahannya. Saya nggak peduli mereka pakai visa ummal (pekerja) dan melanggar, pembunuh saja saya lindungi kok, saya carikan Rp 15,5 miliar kemarin biar bisa pulang," tukasnya.

Namun bukan berarti penyalahgunaan visa ini lantas dibenarkan, melainkan harus tetap diedukasi sesuai aturan yang benar.

Setelah berputar otak akhirnya ia menemukan cara untuk mengeluarkan saudara sebangsanya yang nekat ini dari jerat hukum pihak berwajib Saudi. Yakni dengan diplomasi resiprokal alias saling terima manfaat.

"Maka kami harus pakai adanya peluang untuk selamatkan saudara-saudara saya yang nekat, dan yang nekat ini ribuan. Jadi mereka ke sini ada yang pakai visa ziarah, amil, umal, kerja musiman," Agus mengungkapkan.

"Nah kemarin 3 bus itu, kita minta tolong dan kolaborasi untuk melakukan sebuah cara menghindari aturan, saya bilang ke orang Saudinya, 'berapa itu bayarnya (izinnya)?' 30 ribu riyal. Lalu saya bilang ke travelnya, bayar saja dan bisa keluar. Mereka kini sudah di Mekah tapi gak tahu nasibnya gimana," tutupnya.



Tonton juga video Lautan Manusia di Masjidil Haram:

[Gambas:Video 20detik]


(ash/aan)
FOKUS BERITA: Kabar Haji 2019
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com