detikNews
2019/08/08 07:19:58 WIB

Cerita Sukses dan Gagalnya Ganjil Genap di Negara Lain

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Cerita Sukses dan Gagalnya Ganjil Genap di Negara Lain Foto: Salah satu kawasan perluasan ganjil genap (Pradita Utama)
Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan 16 rute baru perluasan aturan ganjil genap hingga ke exit tol. Beberapa kota besar di negara lain juga pernah mempraktikkan kebijakan ganjil-genap ini.

Sebagaimana diketahui perluasan ganjil-genap di Jakarta telah resmi diumumkan pada Rabu (7/8/2019). Ada 16 rute baru yang dibatasi untuk kendaraan bermotor, berlaku sepanjang tahun selama hari kerja. Sepeda motor tak termasuk kendaraan yang dilarang. Cara ini sendiri merupakan bagian strategi untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

Namun, akankah kebijakan ini berhasil memperbaiki kualitas udara di Jakarta? Berikut ini cerita sukses dan gagal beberapa kota di dunia ketika mempraktikkan kebijakan ini:

1. Mexico City

Seperti yang dilansir Spinny, pada tahun 1989 di Mexico City pernah memprakarsai kebijakan ganjil-genap. Kebijakan ini dinamai Hoy no Circula, yakni larangan mengemudi satu hari per minggu dari jam 5 pagi hingga 10 malam. Mobil dilarang selama satu hari dalam seminggu tergantung pada nomor pada plat nomornya.

Pengendara yang melanggar aturan ini didenda sebesar $ 23 hingga $ 69. Hasilnya, pada awalnya kebijakan ini berhasil menekan tingkat polisi. Namun, pada tahun 1992 aturan ini tak lagi efektif.

Alih-alih patuh pada aturan ganjil-genap, penduduk setempat justru mengakali aturannya dengan membeli mobil baru. Akibatnya udara Kota Meksiko kembali tercemar. Bahkan ketika itu PBB menobatkan Kota Meksiko sebagai kota paling tercemar di planet ini.

2. Bogota

Kebijakan ganjil-genap juga pernah diterapkan di kota Bogota, Kolombia. Seperti dikutip dari BBC, kebijakan ganji-genap merupakan kebijakan yang sudah diterapkan sejak 1998. Kebijakan ini dinamakan 'Pico y Placa'.

Di Bogota, jika pelat mobil berakhir dengan angka ganjil dibatasi pada hari-hari bernomor ganjil dari pukul 6:00 hingga 8:30 dan 15:00 hingga 19:30. Kendaraan dengan pelat yang diakhiri dengan angka genap dilarang pada jam yang sama pada tanggal genap. Sementara untuk taksi, berlaku ganjil-genap khusus.

Hasil penerapan kebijakan ini, Bogota berhasil mengatasi tingkat kemacetan lalu lintasnya dan tingkat polusinya. Tetapi, yang perlu diingat kebijakan dijalankan bersamaan dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) alias busway.

Di samping itu jalur sepeda juga diperluas sampai 180 mil, penggunaan sepeda dan transportasi umum dipromosikan. Di samping itu penegakan hukum juga dilaksanakan, seperti pengenaan denda yang tinggi. Kecenderungan masyarakat untuk membeli mobil pun telah dikecilkan.

3. Paris

Di Paris ibukota Perancis, kebijakan ganjil-genap juga diberlakukan pada tahun 2014. Kebijakan ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi emisi mobil di Kota Paris. Kebijakan ini diberlakukan untuk satu hari saja dalam seminggu.

Hanya mobil dengan pelat nomor bernomor ganjil yang bisa berada di jalan Rues et boulevards, pada hari Senin. Sedangkan pada hari Selasa, jalan-jalan kota harus dibuka hanya untuk mobil dengan plat bernomor genap. Mulanya banyak yang melanggar aturan ini dan mendapat denda $ 30.

Namun, akhirnya, perlahan tapi pasti kebijakan ini berbuah hasil. Kebijakan ganjil-genap telah berkontribusi mengurangi asap polusi di Paris.

4.Beijing

Kebijakan ganjil-genap juga pernah diterapkan oleh Beijing Ibukota Tiongkok. Kebijakan ini diberlakukan pada tahun 2008. Seperti dilansir BBC, mobil berplat ganjil dan genap dilarang melintasi jalan Beijing pada hari-hari tertentu.

Selain memberlakukan kebijakan ganjil-genap, sejak 2011 Beijing juga membatasi penjualan mobil menjadi 20.000 mobil setiap bulan. Kebijakan ini juga didukung dengan fasilitas transportasi bus dan metro yang memadai. Hasilnya, Beijing bisa menurunkan tingkat polusinya hingga 20 persen.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com