detikNews
Rabu 07 Agustus 2019, 18:20 WIB

Kemenhub Gelar Uji Coba Penerapan AIS Kelas B

Nurcholis Maarif - detikNews
Kemenhub Gelar Uji Coba Penerapan AIS Kelas B Foto: Kemenhub
Jakarta - Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) melakukan uji coba penerapan Automatic Identification System (AIS) Kelas B menggunakan Kapal KN Mitra Utama. Uji coba yang digelar di Kalijapat, Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (6/8/2019) tersebut disaksikan langsung oleh perwakilan dari Direktorat Kenavigasian Ditjen Perhubungan laut dan Direktur Pusat Teknologi Elektronika dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kepala BTKP Binari Sinurat mengatakan pengujian alat ini bertujuan untuk memastikan dan membuktikan AIS yang sudah sesuai spesifikasi teknis dan sesuai standar sebelum dipasarkan. Setelahnya, Binari akan menyampaikan berencana akan menyampaikan kepada masyarakat kalau alat AIS sudah melalui pengujian lapangan dan laboratorium.

"Kegiatan pengujian ini dilaksanakan oleh BTKP selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan pengujian utama terhadap AIS," kata Binari dalam keterangannya, Rabu (7/8/2019).

Binari juga mengatakan bahwa sesuai SKK Tahun 2002, BTKP memiliki tugas utama untuk memastikan alat-alat keselamatan pelayaran melalui pengujian lapangan serta melalui laboratorium guna mendapatkan sertifikat sebelum dipasarkan. Selain itu, ada beberapa produk AIS yang didatangkan dari luar negeri yang wajib mendapatkan approval atau persetujuan dari BTKP.


"Selain itu juga alat-alat keselamatan pelayaran wajib diuji coba melalui dua tahapan pengujian untuk menjamin bawah alat tersebut sudah melalu pengujian (testing) sehingga mendapatkan sertifikat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Elektronika BPPT, Yudi Purwantoro menyampaikan terima kasih dan merasa senang atas upaya dan usaha BPPT selama ini. Hal ini untuk mewujudkan inovasi teknologi di bidang keselamatan pelayaran, dalam hal ini pengujian AIS dapat terlaksana serta mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan.

Yudi juga mengatakan AIS hasil inovasi BPPT ini merupakan AIS Transceiver Kelas B type Camar yang sudah sesuai dengan standar minimum requirement untuk AIS standar. Menurut Yudi, alat ini sudah siap diproduksi industri dalam negeri.

"Kita patut berbangga karena AIS ini merupakan hasil produk anak bangsa," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, pengujian juga dilakukan untuk AIS impor buatan Cina merek CETCME type ESP-828AD. AIS ini dibuat dengan keagenan atau distributor di Indonesia yaitu PT Visi Teknologi Samudra.


Sekedar Infomasi, kewajiban penerapan AIS dilakukan setelah terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS) yang bertujuan meningkatkan fungsi layanan telekomunikasi pelayaran terkait aspek keselamatan berlayar. Peraturan tersebut juga mengatur tentang pemasangan dan pengaktifan AIS bagi kapal berbendera Indonesia, termasuk pengawasan pengaktifan AIS yang rencananya berlaku secara efektif pada tanggal 20 Agustus 2019.

Adapun perbedaan AIS Kelas A dan AIS Kelas B yakni AIS Kelas A wajib dipasang dan diaktifkan pada kapal berbendera Indonesia yang berlayar memenuhi persyaratan Konvensi Safety of Life at Sea (SOLAS) di wilayah perairan Indonesia. Sedangkan AIS Kelas B juga wajib dipasang dan diaktifkan pada kapal berbendera Indonesia dengan ketentuan kapal penumpang dan kapal barang non-konvensi (tradisional) di atas GT 35, serta kapal penangkap ikan berukuran diatas GT 60.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com