detikNews
Rabu 07 Agustus 2019, 17:39 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Doakan Menag Akhiri Jabatan Husnul Khotimah

Tsarina Maharani - detikNews
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Doakan Menag Akhiri Jabatan Husnul Khotimah Foto: Sodik Mujahid. (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin disebut hakim turut menerima duit Rp 70 juta dalam kasus suap jual-beli jabatan di Kemenag. Pimpinan Komisi VIII DPR yang bermitra dengan Kemenag mendoakan Lukman agar mengakhiri masa jabatannya dalam keadaan husnul khotimah.

"Semoga Pak Lukman Hakim husnul khotimah mengakhiri nanti posisi sebagai menteri," kata Wakil Ketua Komisi VIII F-Gerindra, Sodik Mujahid kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).


Sodik berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi jajaran Kemenag masa kini dan masa yang akan datang. Ia pun berharap menteri agama di kabinet mendatang mampu bekerja lebih baik.

"Jajaran Kemenag harus mengambil pelajaran dalam kasus jual beli jabatan untuk memperbaiki kinerja Kemenag yang akan datang," ucapnya.

"Semoga nanti menteri agama baru lebih bagus kinerjanya dalam memimpin Kemenag," tegas Sodik.


Diberitakan, selain Romahurmuziy alias Rommy, hakim menyatakan Menag Lukman Hakim Saifuddin menerima uang Rp 70 juta dari Haris Hasanudin. Uang tersebut diberikan karena Haris ingin mendapatkan jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim).

Hakim menyebut Lukman Hakim menerima uang Rp 50 juta saat bertemu Haris Hasanudin di Hotel Mercure, Surabaya, Jawa Timur pada 1 Maret 2019. Kemudian Haris kembali memberikan uang Rp 20 juta kepada Lukman Hakim melalui ajudannya Herry Purwanto di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur pada 9 Maret 2019.

"Menimbang bahwa pertimbangan hukum di atas majelis hakim berpendapat bahwa pemberian uang Haris Hasanudin kepada saksi Romahurmuziy dan saksi Lukman Hakim yang mana pemberian uang tersebut terkait terpilih dan diangkatnya terdakwa sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, sebagaimana diuraikan di atas maka majelis hakim unsur memberi suatu dalam perkara a quo terpenuhi dan ada dalam perbuatan terdakwa," kata hakim Hariono dalam sidang vonis Haris Hasanudin di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).



Tonton Video Staf Ahli Menag Sebut Haris Hasanuddin Dizalimi:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com