detikNews
Selasa 06 Agustus 2019, 15:25 WIB

Protes Klien Masuk 'Sel Tikus', Farhat Abbas Akan Laporkan Dirtahti Polda

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Protes Klien Masuk Sel Tikus, Farhat Abbas Akan Laporkan Dirtahti Polda Farhat Abbas (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Farhat Abbas memprotes hukuman 'sel tikus' bagi Galih Ginanjar dan Pablo Benua setelah dirinya ketahuan membawa ponsel ke dalam rutan ketika membesuk kliennya. Atas hal ini, Farhat pun berencana melaporkan Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas ke Propam.

"Besok saya mau komplain, lu kok dizalimi sih, jadi orang jangan begitu. Sekarang muncul lagi kan, dihukum lagi dua kali. Nah, kita akan laporkan Pak Barnabas ke Propam dan ke Kapolri," jelas Farhat Abbas saat dihubungi detikcom, Selasa (6/8/2019).

Menurut Farhat, kliennya dihukum dua kali karena sesuatu hal yang tidak dilanggar. Padahal sebelumnya Farhat diberi izin untuk membawa ponsel ke dalam rutan dengan maksud untuk merekam permintaan maaf dari kliennya.

"Besok saya laporkan tertulis bahwa mereka menghukum dua kali sesuatu yang tidak melanggar hukum, dia hukum orang dan dia umumkan. Jadi dia beropini dengan pengacara klien," imbuhnya.

Farhat mengatakan tidak hanya berencana melaporkan Barnabas ke Propam Polri, tetapi juga ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta Komnas Hak Asasi dan Manusia (HAM), Rabu (7/8). Farhat mengaku sebelumnya dia diizinkan membawa ponsel dan tidak dilarang.
"Ya bagaimana ya, memang nggak pernah dilarang, 'jangan, Bang Farhat', tapi kemarin nggak dilarang kok, nggak ada teguran," tuturnya.

Farhat memastikan telah mendapat izin dari petugas rutan ketika membawa ponsel ke dalam sel tahanan. Namun kemudian kliennya dihukum meski menurutnya tidak ada aturan yang dilanggar.

"Saya sudah minta izin kok. Hanya mereka ketakutan, takut diperiksa. Nah, mereka pura-pura omong duluan, gitu," sambungnya.

Farhat pun meminta polisi tidak sewenang-wenang menggunakan kekuasaannya. Kliennya bukan penjahat perang dan tidak sepatutnya dimasukkan ke sel tikus.

"Sudahlah, kalau sudah punya kekuasaan, jangan terlalu zalim, ini kan bukan tahanan perang. Ini hanya tahanan pencemaran nama baik, jadi jangan mereka masuk sel tikus. Jangan lagi mereka terzalimi di situ," tuturnya.

Farhat kembali menegaskan akan melaporkan Barnabas ke Propam Polri dan Komnas HAM. Dia menyebut tak gentar meski nantinya kliennya yang akan menerima risiko akibat keputusannya itu.

"Saya nanti akan laporkan bener Barnabas itu ke Propam, besok saya laporkan resmi, catat nih. Saya nggak takut, biar klien saya disiksa, saya nggak takut kok, gunakan kekuasaan sana, hajar saja, nggak apa-apa. Kita nggak takut diancam-ancam kok, kita benar kok ya," tandasnya.

(sam/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com