detikNews
Selasa 06 Agustus 2019, 15:02 WIB

Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Gelar Rapat Perdana di Bareskrim

Audrey Santoso - detikNews
Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Gelar Rapat Perdana di Bareskrim Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Tim teknis kasus teror air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menggelar rapat di gedung Bareskrim Polri. Sejumlah penyidik dari Polda Metro Jaya turut hadir dalam rapat.

"Rapat awal saja tadi (untuk tim teknis). Rapat pertama," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019).



Argo enggan menjelaskan lebih jauh terkait hal-hal yang dibahas dalam rapat. Dia menuturkan penjelasan mengenai tim teknis akan disampaikan oleh Polri.

"Jadi bahwa untuk keterangan itu (materi yang dibahas) nanti Mabes Polri yang akan bicara di rapat tugas ya," ujar Argo.



Beberapa kepala penyidik Polda Metro Jaya yang hadir antra lain Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Suyudi Ario Seto, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum AKBP Jerry Siagian, Kasubdit Kamneg Ditreskrimum AKBP Dedy Murti. Tampak juga Kasubdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) AKBP Roberto Pasaribu dan Direktur Reserse Narkoba Kombes Herry Heryawan.

Sebelumnya Polri menyampaikan tim teknis teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dipimpin Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Nico Afinta. Polri menargetkan tim teknis bisa mengungkap pelaku teror terhadap Novel dalam waktu 3 bulan.

"Tim bekerja dari tanggal 1 Agustus sampai tanggal 31 Oktober. Artinya 3 bulan, tahap yang pertama. Kemudian kalau tiga bulan masih perlu diperpanjang, diperpanjang lagi 3 bulan lagi. Dievaluasi satu semester," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (1/8).

Tim yang beranggotakan 120 polisi ini, menurut Dedi, terbagi dalam subtim, yakni penyelidik, penyidik, siber, Inafis, Labfor, subtim analisis dan evaluasi, juga melibatkan anggota Densus 88/Antiteror. "Penanggung jawab tim adalah Bapak Kabareskrim, ketua tim teknis adalah Brigjen Nico Afinta," ujar Dedi.
(aud/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com