detikNews
Senin 05 Agustus 2019, 03:35 WIB

Polisi Turut Bersihkan Tumpahan Minyak Pertamina di Kepulauan Seribu

Audrey Santoso - detikNews
Polisi Turut Bersihkan Tumpahan Minyak Pertamina di Kepulauan Seribu Foto: Dok. Pertamina
Jakarta - Kebocoran minyak akibat pengeboran lepas pantai PT Pertamina di Pantai Karawang, Jawa Barat berimbas ke perairan Kepulauan Seribu. Untuk menghambat meluasnya pencemaran minyak mentah ini, Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Korps Polisi Air Udara (Korpolairud) Baharkam Polri mengerahkan 27 personel.

"Dampak dari tumpahan minyak mentah ini dapat kita minimalisir sehingga tidak semakin meluas dan merugikan banyak pihak," kata Dirpolair Korpolairud Brigjen Lotharia Latif dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/8/2019).




Latif menerangkan kebocoran minyak di laut yang terjadi tiga pekan lalu ini telah mengakibatkan air laut di sebagian perairan sebelah utara Karawang tercemar. Cuaca ekstrim yakni gelombang tinggi disertai angin yang kuat mendorong tumpahan minyak mengarah ke pulau - pulau di wilayah Kepulauan Seribu.

"Menyisir dari Tanjung Sedari yang merupakan wilayah dari Perairan Karawang, mengarah ke barat. Kami juga deteksi, tumpahan minyak mentah sebarannya sudah ada yang masuk ke wilayah Perairan Kepulauan Seribu, sehingga pembersihan kita lanjutkan ke arah Pulau Bidadari," jelas Latif.

Pembersihan minyak mentah ini dilakukan sejak Sabtu (3/8) kemarin. Personel Ditpolairud melakukan penyisiran dengan KP. Kepodang - 5001.

"7 orang dari tim Pertamina ikut bersama kami. Pembersihan dan penghambatan sebaran tumpahan minyak dilakukan secara manual dengan menggunakan serokan jaring, lalu dikumpulkan dengan kantong - kantong plastik," ujar Latif.




Dia menerangkan Polri telah bekerja sama dengan PT Pertamina untuk menjalankan Operasi Pembersihan dan Pengambilan Tumpahan Minyak Mentah mulai dari 31 Juli hingga 6 Agustus esok lusa.

"Tumpahan minyak mentah yang berhasil diambil dan kumpulkan oleh tim, kemudian didrop dan turunkan ke Dermaga Pertamina PHE ONWJ Marunda", terang Latif.

"Ya, pekan lalu bersama dengan pihak dari Pertamina, kami telah melaksanakan survei lokasi, pemetaan dan pengambilan sampel tumpahan minyak. Operasi kali ini adalah tindak lanjut dari proses tersebut", imbuh Latif.
(aud/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com