BMKG: Isu Viral Akan Terjadi Gempa Megathrust M 9,0 Hoax

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 03 Agu 2019 15:50 WIB
Foto: Ilustrasi/AFP
Jakarta - Seusai gempa magnitudo (M) 6,9 mengguncang Banten Jumat (2/8) kemarin, beredar pesan viral akan terjadi gempa megathrust berkekuatan M 9. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pesan viral itu tidak benar.

Berikut ini kabar hoax yang beredar:

Dari Group Geologi ITB : 👇

jarak antar gempa semakin pendek dan tiba-tiba aktifnya gunung Tangkuban Perahu, bisa jadi merupakan indikasi akumulasi energi patahan sunda (sunda megathrust) hampir mencapai titik kritis. jika atas seizin Allah SWT tercapai titik tersebut, gempa yang selama ini dikhawatirkan dengan besar ~ 9 skala Richter berpeluang terjadi. bagi Jabodetabek, yang dikhawatirkan adalah aktifnya patahan tersebut memicu pula aktivitas patahan Baribas yang memanjang dari Pasar Rebo hingga Ciputat, serta patahan Lembang di Bandung. wallahu'alam. persiapan diri harus dilakukan sejak sekarang. Friends, ini warning, bukan menakut-nakuti...🙏🏻🌹

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa bumi tidak bisa diprediksi. Maka BMKG memastikan kabar di atas tidak benar.

"Isu yang berkembang tersebut tidak benar karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapa pun: kapan, di mana, dan berapa kekuatannya," kata Daryono dalam keterangan pers, Sabtu (3/8/2019).



Gempa terjadi akibat perubahan bentuk (deformasi) batuan secara tiba-tiba pada pusat gempa. Sebelum peristiwa deformasi, ada tegangan yang telah berakumulasi di zona itu. Bila mengkaji hoax di atas, mereka menghubungkan gempa di satu tempat dengan peristiwa di tempat lain yang berbeda zona.

"Pemikiran bahwa sebuah gempa dapat memicu sumber gempa lain belum dapat dibuktikan secara empiris," kata Daryono.



Teori yang saat ini ada berupa penjelasan bahwa gempa dapat membangkitkan picuan statik karena perubahan tekanan (stres) di sekitar pusat gempa. Gempa susulan dapat terjadi di sekitar zona itu, bukan di tempat lain. Maka kabar viral di atas tak perlu dihiraukan.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang namun waspada dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dan yang lebih penting dan urgen adalah melakukan langkah-langkah kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Siapkan bangunan rumah Anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa, siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal anda serta menyediakan lahan untuk titik kumpul yang aman," tutur Daryono.


Simak Video "Geger Potensi Gempa Megathrust M 8,8 dan Tsunami Dahsyat"

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/jbr)