detikNews
Sabtu 03 Agustus 2019, 07:37 WIB

Fakta-fakta Gempa Magnitudo 6,9 Banten

Tim detikcom - detikNews
Fakta-fakta Gempa Magnitudo 6,9 Banten Dampak Gempa Banten (Foto: Jeffrie/detikcom)
FOKUS BERITA: Gempa Banten M 6,9
Jakarta - Gempa bumi magnitudo (M) 6,9 mengguncang Banten malam kemarin. Sejumlah rumah rusak akibat gempa tersebut.

Gempa dilaporkan terjadi pada pukul 19.03 Jumat (2/8/2019). Koordinat gempa berada di 7,54 LS dan 104,58 B.

Titik gempa berjarak 147 km arah barat daya dari Sumur, Banten, di kedalaman 10 km. Getaran gempa juga dirasakan di Jakarta, Bogor hingga Bali.



Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah. Namun peringatan itu diakhiri pada pukul 21.35 WIB.

"Potensi tsunami untuk diteruskan kepada masyarakat," demikian keterangan dari BMKG, Jumat (2/8/2019).

Berikut fakta-fakta terkait gempa M 6,9 yang berpusat di Banten:

Daftar Daerah yang Berpotensi Terkena Tsunami Imbas Gempa Banten

BMKG sempat menyalakan sirene potensi terjadinya gelombang tsunami pascagempa kuat di sebelah barat daya Sumur, Banten. BMKG pun merilis daftar daerah yang berpotensi terkena tsunami seandainya gelombang besar benar-benar muncul.

Daerah yang berpotensi terjadi tsunami berdasarkan pemodelan yang dilakukan BMKG, Jumat (2/8/2019):

[ Kota/ Kabupaten (Provinsi) - Status Peringatan ]
• PANDEGLANG BAGIAN SELATAN (BANTEN) - SIAGA
• PANDEGLANG PULAU PANAITAN (BANTEN) - SIAGA
• LAMPUNG-BARAT PESISIR-SELATAN (LAMPUNG) - SIAGA
• PANDEGLANG BAGIAN UTARA (BANTEN) - WASPADA
• LEBAK (BANTEN) - WASPADA
• TANGGAMUS PULAU TABUAN (LAMPUNG) - WASPADA
• SUKABUMI UJUNG-GENTENG (JABAR) - WASPADA
• TANGGAMUS BAGIAN TIMUR (LAMPUNG) - WASPADA
• LAMPUNG-SELATAN KEP. KRAKATAU (LAMPUNG) - WASPADA
• LAMPUNG-SELATAN KEP. LEGUNDI (LAMPUNG) - WASPADA
• LAMPUNG-BARAT PESISIR-TENGAH (LAMPUNG) - WASPADA
• LAMPUNG-BARAT PESISIR-UTARA (LAMPUNG) - WASPADA
• BENGKULU-UTARA PULAU ENGGANO (BENGKULU) - WASPADA
• KAUR (BENGKULU) - WASPADA
• LAMPUNG-SELATAN KEP. SEBUKU (LAMPUNG) - WASPADA
• BENGKULU-SELATAN (BENGKULU) - WASPADA
• SERANG BAGIAN BARAT (BANTEN) - WASPADA
• SELUMA (BENGKULU) - WASPADA



Warga di Wilayah Siaga Tsunami Diminta untuk Segera Evakuasi

Gempa magnitudo 6,9 terjadi di Banten. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG meminta masyarakat yang ada di daerah siaga segera mengevakuasi diri. Masyarakat diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

"Kepada masyarakat di wilayah dengan status 'SIAGA' diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Kepada masyarakat di wilayah dengan status 'WASPADA' diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai," demikian keterangan dari BMKG, Jumat (2/8/2019).



BMKG sudah mengingatkan sejumlah daerah berpotensi timbul tsunami. BMKG menyalakan sirene potensi terjadinya gelombang tsunami pascagempa kuat di sebelah barat daya Sumur, Banten.

BMKG mengingatkan gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami lantaran guncangannya cukup kuat.

Daerah yang diperingatkan BMKG

- Pandeglang Bagian Selatan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter).

- Pandeglang Pulau Panaitan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter).

- Lampung-Barat Pesisir-Selatan dengan status ancaman SIAGA (ketinggian maksimal 3,0 meter).

- Pandeglang Bagian Utara dengan status ancaman WASPADA (ketinggian maksimal 0,5 meter).

- Lebak dengan status ancaman WASPADA (ketinggian maksimal 0,5 meter).



Waktu Perkiraan Kedatangan Tsunami

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut gempa berkekuatan magnitudo 6,9 di Sumur, Pandeglang, Banten, berpotensi tsunami. Perkiraan kedatangan tsunami disebut Dwikorita pada pukul 19.35 WIB.

"Diperkirakan kedatangan tsunami itu (pukul) 19.35," kata Dwikorita di kantornya, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019).



Namun, sesuai dengan standard operating procedure (SOP), Dwikorita menyebut BMKG menunggu hingga 2 jam. Sebab, dia menyebut bisa terjadi berbagai fenomena alam yang mempengaruhi kondisi.

"SOP yang ada, (kami) menunggu sampai 2 jam dari perkiraan kedatangan terakhir," sebut Dwikorita.

Peringatan Tsunami Pascagempa Banten Berakhir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami pascagempa Banten. Peringatan tsunami sebelumnya diterbitkan setelah terjadi gempa magnitudo 6,9.

"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa M 7,4 dinyatakan telah berakhir," tulis situs BMKG, Jumat (2/8/2019).



Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan perkiraan gelombang tsunami mencapai bibir pantai pada pukul 19.35 WIB. Sedangkan gempa terjadi pada pukul 19.03 WIB.

Namun, berdasarkan standard operating procedure (SOP) BMKG, Dwikorita mengaku menunggu waktu 2 jam dari waktu perkiraan terakhir, yaitu sekitar pukul 21.35 WIB, sebelum mencabut peringatan tsunami tersebut.

BMKG Mutakhirkan Data: Kekuatan Gempa Banten M 6,9

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data kekuatan gempa Banten. Semula, gempa disebutkan berkekuatan magnitudo (M) 7,4. Kini gempa dipastikan berkekuatan M 6,9.

"Hasil analisis BMKG, gempa berkekuatan M 7,4 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi berkekuatan M 6,9," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di kantor BMKG, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019).

Daftar Daerah Terguncang Gempa M 6,9 di Banten

Gempa bumi magnitudo 6,9 (sebelum dimutakhirkan dari 7,4) di Banten dirasakan di sejumlah daerah. Intensitas guncangan dirasakan bervariasi di Lampung hingga Sumbawa Barat.

"Dampak gempa bumi berdasarkan alat pencatat BMKG yang dikonfirmasi laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan di daerah Liwa, Tanggamus, Bandar Lampung, Kruwi, Surade Sukabumi, Pandeglang," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Jl Angkara, Kemayoran, Jakpus, Jumat (2/8/2019).

"Dan daerah-daerah tersebut mengalami guncangan skala IV-V MMI. Artinya, getaran dirasakan hampir semua penduduk dan barang besar bergoyang," sambungnya.

Selanjutnya, guncangan gempa dalam intensitas lebih lemah dirasakan di Kebumen, Banyumas, Tanjung Sakti-Kabupaten Lahat, Ciputat, Pamulang, Serpong, Kota Tangerang, Cilacap, Bengkulu Selatan, serta Kaur. Di daerah tersebut, guncangan gempa dirasakan dengan intensitas skala guncangan III MMI, yang artinya getaran dirasakan banyak orang dan membuat jendela serta pintu berderik.

Dwikorita mengatakan daerah yang mengalami guncangan gempa dengan intensitas II-III MMI adalah Klaten, Yogyakarta, Serang, Kotabumi, Pasawaran, Sukadana, Karawang, dan Purworejo. Di daerah ini, gempa dirasakan banyak orang, seperti ada truk berlalu.

Guncangan gempa dengan skala lebih lemah dirasakan di Seluma, Bengkulu, Kepahiang, Parung, Bogor Barat, Bandung, Kediri, Karang Kates, Buleleng, Lombok Barat, Mataram, dan Sumbawa Barat dengan intensitas guncangan skala II MMI. Artinya, getaran gempa dirasakan beberapa orang dan benda ringan bergoyang.

Gempa Banten M 6,9 Akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

BMKG menjelaskan gempa M 6,9 yang terjadi di Banten akibat deformasi batuan di dalam lempeng Indo-Australia. Gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal.

"Merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di dalam lempeng Indo-Australia," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di kantor BMKG, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Dwikorita mengatakan, berdasarkan hasil analisis, gempa bumi yang terjadi merupakan guncangan dengan mekanisme pergerakan naik atau patahan naik di dalam lempeng Indo-Australia. Dampak gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia.

"Dampak dari gempa bumi kami catat berdasarkan alat pencatat yang ada di BMKG yang diverifikasi dengan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Liwa, Tanggamus, Bandar Lampung, Kruwi, Surade, Sukabumi, Pandeglang, dan daerah tersebut mengalami guncangan skala IV sampai V MMI, artinya gempa dirasakan hampir semua penduduk barang besar bergoyang," ujarnya.



Dampak Gempa Banten, 42 Rumah di Mandalawangi Pandeglang Rusak

BPBD Pandeglang mencatat sebanyak 58 rumah rusak akibat gempa magnitudo (M) 6,9 yang mengguncang Banten. Laporan sementara, sebanyak 42 rumah di Kecamatan Mandalawangi rusak.

"Paling banyak di Mandalawangi, 42 rumah (rusak), dan ada korban luka-luka karena terburu-buru menyelamatkan diri," kata Kepala BPBD Pandeglang Deni Kurnia saat dimintai konfirmasi, Sabtu (3/8/2019).

Jokowi Monitor Dampak Gempa Banten, Minta BNPB dan TNI-Polri Gerak Cepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memantau perkembangan kondisi kawasan yang terdampak gempa magnitudo (M) 6,9. Dia bersyukur tak ada informasi tentang gelombang tsunami yang membahayakan.

"Tadi jam 19.03 WIB malam, ada gempa di barat daya Banten, dan kita rasakan di Jakarta. Saya terus monitor, saya tadi telepon ke lapangan juga. Yang paling penting saya monitor sejak jam 19.00 WIB tadi," tutur Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Dia berharap semua warga dan petugas berada dalam keadaan baik di berbagai tempat. Dia memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri bergerak mengatasi kondisi di lokasi terdampak gempa.


Simak Video "Kesaksian Warga Sukabumi soal Kondisi Air Laut Pascagempa"

[Gambas:Video 20detik]


(knv/fai)
FOKUS BERITA: Gempa Banten M 6,9
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com