Wacana Rektor Asing Pernah Berhenti Gegara Bullying

Round-Up

Wacana Rektor Asing Pernah Berhenti Gegara Bullying

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Agu 2019 05:50 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (Lamhot Aritonang/detikcom)
Menristekdikti Mohamad Nasir (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir ternyata sudah punya ide mendatangkan rektor asing sejak beberapa tahun lalu. Namun pada 2016, idenya terhenti oleh rundungan yang menghadang.

"Saya bilang (rektor asing) 2016, saya bicara ini sudah tahun 2016. Tapi karena mereka mem-bully saya habis-habisan, saya setop dulu. Ini perlu challenge kembali. Saya lebih keras lagi," ucap Nasir kepada wartawan di kantornya, Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Nasir optimistis wacana rektor dan dosen asing bisa terlaksana pada 2020. Dia berambisi ada perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam 200 terbaik dunia.



Nasir menanggapi pro-kontra ini sebagai hal yang lumrah. Dia mengimbau, pihak yang kontra jangan kelewat emosional. Pemerintah perlu diberi kesempatan untuk menjalankan kebijakan rektor impor.

"Yang penting, kontra jangan terlalu membenci," kata Nasir.



Selain ada pro-kontra pendapat, ternyata orang asing tidak dibenarkan memimpin sejumlah perguruan tinggi negeri. Ini tercantum dalam statuta pengelolaan masing-masing kampus Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Airlangga (Unair). Kampus-kampus itu mewajibkan syarat calon rektor berkewarganegaraan Indonesia.
Selanjutnya
Halaman
1 2