detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 16:24 WIB

Urai Macet, Pemkot Tangerang Percepat Pembangunan Cisadane Water Way

Raras Prawitaningrum - detikNews
Urai Macet, Pemkot Tangerang Percepat Pembangunan Cisadane Water Way Foto: Dok Pemkot Tangerang
Jakarta - Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah, mengungkapkan ingin segera merealisasikan pengembangan moda transportasi publik dengan memanfaatkan Sungai Cisadane sebagai jalur utamanya atau dikenal dengan Cisadane Water Way.

"Selain sebagai sarana transportasi, juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun luar negeri berkunjung ke Kota Tangerang," ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/8/2019).

Ia mengatakan hal tersebut usai mengunjungi lomba gambar anak-anak di Stand Kecamatan Karawaci di Festival Cisadane, Rabu (30/7/2019). Sebagai informasi, Water Way Cisadane telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada Februari lalu. RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk jangka periode selama lima tahunan yang berisi penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah dengan berpedoman pada RPJP Daerah serta memperhatikan RPJM Nasional.


Arief yakin Water Way Cisadane bisa megurai kemacetan yang terus menghimpit wilayah Kota Tangerang. Ia mengatakan perahu atau kendaraan angkutannya akan melayani dari perbatasan Kota Tangerang Selatan, yaitu Serpong sampai ke jantung Kota Tangerang.

Dermaga Serpong akan berlokasi di belakang Lippo ke Panunggangan Barat yang kemudian berhentinya di Masjid Agung, Cikokol. Dengan kehadiran Water Way Cisadane, masyarakat yang akan bekerja ke Jakarta bisa alih moda ke Commuter Line. Bahkan Water Way Cisadane bisa dijadikan atraksi wisata.

Water Way Cisadane, Impian Walkot Tangerang Sejak 2014

Pembangunan Cisadane Water Way telah menjadi wacana sejak 2014. Setahun pasca dilantik sebagai Wali Kota Tangerang, Arief menyampaikan keinginannya untuk membuat Cisadane Water Way seperti yang dilakukan Gubernur Jakarta Jokowi saat itu meluncurkan Water Way Marunda.

Namun mengingat kewenangan pengelolaan Sungai Cisadane berada pada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, Arief bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang melakukan riset dan kajian pemanfaat transportasi massal ini.

Adapun kendala yang ditemui dalam pembangunan water way di antaranya jembatan jalan provinsi di Kecamatan Tangerang yang terlalu rendah dan pembangunannya berada dalam kewenangan pemerintah provinsi. Sementara pemanfaatan Sungai Cisadane dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Setelah lima tahun berlalu, impian warga Kota Tangerang memiliki Cisadane Water Way segera terwujud. Pemerintah Provinsi telah merestui peninggian jembatan yang melintas di Sungai Cisadane. Kementerian PUPR pun mengizinkan pemanfaatan Sungai Cisadane untuk water way.

Persiapan dermaga dan alat transportasi juga sedang dalam perencanaan. Untuk dermaga, Pemkot Tangerang telah melaukan koordinasi dengan pengembang Lippo. Pemkot akan menggunakan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang diberikan Lippo ke Kota Tangerang dengan kurang lebih empat hektare untuk pembangunan dermaga dan aksesnya.


Sejak 2017, Pemkot Tangerang juga telah menggelontorkan anggaran Rp 33 miliar untuk pembangunan jembatan di Jalan Dadang Suprapto, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci. Jembatan ini menjadi penghubung dari Gerendeng ke jalan Daan Mogot yang biasanya warga lewat Jembatan KS Tubun. Tahun ini, Pemkot Tangerang terus mengucurkan Rp 205 miliar untuk pembangunan turap sepanjang 5 kilometer.

Selain Cisadane Water Way, Pemkot Tangerang terus mengupayakan penyediaan transportasi massal untuk mengatasi kemacetan. Mulai dari kerja sama memperpanjang rute hingga penerapan busline yang terintegrasi dengan TransJakarta. Pemkot Tangerang juga merencanakan membuat kereta api ringan yang melintas di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com