detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 16:04 WIB

Modifikasi Kartu ATM Giro, Pria Ini Kuras Rekening Bank Rp 1,75 M

Audrey Santoso - detikNews
Modifikasi Kartu ATM Giro, Pria Ini Kuras Rekening Bank Rp 1,75 M Bareskrim Polri tangkap pria yang bobol rekening bank hingga Rp 1,75 miliar (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - CP (45), ditangkap polisi lantaran menggasak uang dari rekening salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 1.753.500.000. Modal CP dalam aksinya hanyalah kartu ATM Giro.

"Pelaku membobol rekening giro Bank BUMN yang menyebabkan kerugian miliaran rupiah. Pelaku merupakan pemilik rekening giro di sebuah bank BUMN," jelas Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Dani Kustoni, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).


Dani menyebut CP mengeksplorasi mesin-mesin ATM yang dia temukan hingga akhirnya mendapati satu mesin ATM yang bisa dia retas. Dani tak menjelaskan secara detail bagaimana CP melakukan illegal access terhadap mesin ATM tersebut.

"Dia melakukan percobaan hacking dengan mengeksplorasi mesin-mesin ATM, dan mencari mesin ATM mana yang dapat dieksploitasi dengan kartu ATM giro miliknya. Setelah mengeksplorasi tersangka menemukan mesin ATM yang dapat berhasil dieksploitasi," ucap Dani.

"Akhirnya tersangka CP menemukan mesin ATM Mandirilink Merah Putih (ATM Jaringan LINK) yang dapat berhasil dieksploitasi. Tersangka CP melakukan illegal accsess pada mesin ATM Mandirilink Merah Putih," sambungnya.

Mesin ATM yang dimaksud berada di dalam sebuah minimarket, Jalan Kota Blater, Ambulu, Jamber, Jawa Timur. CP kemudian melakukan transaksi ilegal menggunakan kartu ATM giro yang telah dimodifikasi.

Polisi menunjukkan foto barang bukti terkait kejahatan pelakuPolisi menunjukkan foto barang bukti terkait kejahatan pelaku (Foto: Audrey Santoso/detikcom)


"Transaksinya melebihi saldo yang dimiliki, yang seharusnya ditolak oleh ATM. Transaksi ilegal itu dilakukan berulang kali dalam waktu yang berdekatan," ujar Dani.

Polisi menangkap CP di kediaman istrinya di Majalengka, Jawa Barat pada 25 Juni 2019 pukul 00.30 WIB. Empat unit mobil yang diduga hasil kejahatan CP juga disita.

Polisi menjerat CP dengan Pasal 46 juncto Pasal 30; dan atau Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan atau Pasal 362 KUHP; dan atau Pasal 62 dan Pasal 85 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana; dan atau Pasal 3, 4, 5 dan 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 64 KUHP.
(aud/jbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com