detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 11:58 WIB

Cerita Menristekdikti Pernah Di-bully karena Wacana Rektor Asing

Arief Ikhsanudin - detikNews
Cerita Menristekdikti Pernah Di-bully karena Wacana Rektor Asing Menristekdikti M Nasir (Andhika Prasetia/detikcom)
FOKUS BERITA: Rektor Asing untuk PTN
Jakarta - Wacana rektor asing di Indonesia terus menuai pro dan kontra. Menristekdikti M Nasir mengaku pernah di-bully pada 2016 karena wacana ini, tapi tetap mengajukannya lagi sekarang.

"Saya bilang (rektor asing) 2016, saya bicara ini sudah tahun 2016. Tapi karena mereka mem-bully saya habis-habisan, saya setop dulu. Ini perlu challenge kembali. Saya lebih keras lagi," ucap Nasir kepada wartawan di kantornya, Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat (2/8/2019).



Saat ini memang masih ada pro dan kontra soal wacana rektor asing. Nasir berpesan, pihak kontra tidak boleh terlalu membenci.

"Ya kita bicarakan (kepada yang kontra), pro-konta hal biasa. Yang penting, kontra jangan terlalu membenci. Itu saja. Kalau kontra, ajak bicara, berilah kesempatan pemerintah untuk mengerjakan ini. Jangan sampai kontra benci semua, tutup, itu tidak kooperatif," ucap Nasir.

Nasir optimistis wacana rektor dan dosen asing bisa terlaksana pada 2020. Dia berambisi ada perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam 200 terbaik dunia.

"Insyaallah, saya yakin, ini jalan keluar terbaik untuk negara, untuk tingkatkan kualitas negara. Saya cuma ingin Indonesia ada perguruan tinggi 200 dunia," kata Nasir.



Soal wacana rektor asing, Nasir bukan tidak percaya pada kualitas sumber manusia di Indonesia. Tapi harus ada stimulus untuk merangsang.

"Bisa rektor asing, bisa penganggaran. Jadi tidak berarti orang Indonesia tidak ada. Ada tapi harus dikompetisi," ucap Nasir.


Soal Impor Rektor Asing, Moeldoko: Agar Indonesia Berkompetisi:

[Gambas:Video 20detik]


(aik/imk)
FOKUS BERITA: Rektor Asing untuk PTN
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com