Overstay 7 Bulan di Bali, Pensiunan Asal Belanda Dideportasi

Overstay 7 Bulan di Bali, Pensiunan Asal Belanda Dideportasi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 08:46 WIB
Warga negara Belanda yang overstay di Bali. (Dok Istimewa)
Warga negara Belanda yang overstay di Bali. (Dok Istimewa)
Jakarta - Malino Carelo Loing (72) dideportasi karena melebihi izin tinggal (overstay) tujuh bulan di Bali. Pria asal Belanda itupun dipulangkan.

"MCL diberi sanksi berupa pendetensian di Rudenim Denpasar. Dia telah melanggar Pasal 78 Ayat 3 UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, yakni pelanggaran batas overstay yang melebihi 60 hari," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar Saroha Manullang kepada wartawan, Jumat (2/8/2019).



Dari catatan Imigrasi, Loing masuk ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta dengan menggunakan Visa On Arival / Visa Kunjungan pada tanggal 26 November 2018. Dia mengaku datang ke Indonesia untuk menemui keponakannya berinisial Ye.

"MCL datang ke Indonesia untuk menemui keponakannya yang sedang mempunyai masalah dalam keluarganya.
Dia ngekost di daerah Imam Bonjol, Denpasar. Selama di Bali kegiatannya hanya berwisata katanya sambil menemui keponakannya itu," jelas Saroha.



Saroha mengatakan selama tinggal di Bali, Loing mengandalkan uang pensiunannya. Namun, pada Februari 2019 lalu Loing tidak lagi menerima biaya pensiunan karena tidak dapat menghubungi pemerintah Belanda.

Kepada petugas Imigrasi Loing mengaku sempat mendatangi kantor imigrasi untuk memperbaharui izin tinggalnya namun tidak mampu untuk membayar denda overstaynya. Setelah berkoordinasi dengan pihak konsulat Belanda di Bali, Loing akhirnya dibantu tiket kepulangannya ke Belanda.



"Setelah pendetensian sekitar satu bulan, MCL dideportasi ke negara asalnya melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Rabu (31/7) malam," tuturnya. (ams/dnu)