detikNews
2019/08/01 22:03:55 WIB

Round-Up

Yang Perlu Diketahui dari Wacana Rektor Asing Dongkrak Ranking

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Yang Perlu Diketahui dari Wacana Rektor Asing Dongkrak Ranking Menristekdikti Mohamad Nasir (Muhammad Fida/detikcom)
Jakarta - Ide rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia terus menggelinding diiringi pro-kontra. Berikut hal-hal penting yang perlu diketahui terkait isu rektor asing ini.

Ide rektor asing ini dicetuskan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Suara tidak setuju terdengar dari arah Senayan, Gedung DPR. Namun wacana ini terus diperjuangkan dan sudah sampai ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hingga Kamis (1/8/2019) ini, ada sembilan hal yang terkait erat dengan isu rektor asing, berikut rinciannya:

1. Demi dongkrak ranking

Perguruan tinggi di Indonesia berada di jajaran bawah ranking perguruan tinggi sedunia. Maka solusinya, rektor asing didatangkan supaya bisa mendongkrak ranking perguruan tinggi di Indonesia di kancah dunia.



"Kamu (rektor asing yang direkrut) bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia," kata M Nasir sebagaimana dikutip detikcom dari situs Sekretariat Kabinet, Rabu (31/7) kemarin.

Ada tiga parameter pemeringkatan yang dipakai Kemenristekdikti. Pertama, QS World University Rank. Kedua, dari THE atau Time Higher Education. Yang ketiga, bisa dari Shanghai Jiao Tong University (SJTU).

Pada 2019, QS World University Ranking merilis peringkat. Hasilnya, UI berada di peringkat ke-296 dunia, UGM di peringkat ke-320 dunia, ITB berada di peringkat ke-331 dunia, IPB berada di peringkat ke-601-605 dunia. Dalam THE The World University Rankings 2019, UI ada di peringkat ke-601-800, ITB di peringkat ke-801-1000, dan UGM berada di peringkat ke-1001.

Adapun dalam Academic Ranking of World University 2018 (terbaru) dari Shanghai Jiao Tong University, tak ada satu pun universitas dari Indonesia yang masuk 500 peringkat pertama, 1.000 peringkat pertama pun juga tak masuk. Negara tetangga, Singapura punya dua universitas yang masuk di peringkat ini, Malaysia punya dua universitas, dan empat universitas Thailand berada di peringkat 501-1000.

2. Rektor lokal dinilai tak mampu

Rektor asing bakal direkrut karena rektor warga negara Indonesia (WNI) dinilai Menristedikti Nasir tak mampu memimpin PTN naik ke ranking atas dunia.



"Saya mau tanya, rektor mana yang sudah berhasil mengangkat ke kelas dunia? Oleh karena itu, kita selama ini belum bisa men-challenge rektor di Indonesia, belum bisa meningkatkan pe-ranking-an dunia," kata Nasir kepada detikcom, Rabu (31/7) kemarin.

"Kalau kemampuan di dalam masalah akademik mungkin okelah, tetapi dalam network dunia belum tentu punya network, leadership-nya belum tentu di kelas dunia," lanjut Nasir.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com