Program Transmigrasi RI Jadi Fokus Penelitian di Jepang Hingga AS

Program Transmigrasi RI Jadi Fokus Penelitian di Jepang Hingga AS

Akfa Nasrulhak - detikNews
Kamis, 01 Agu 2019 20:01 WIB
Foto: Kemendes PDTT
Foto: Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan program transmigrasi Indonesia telah menjadi rujukan kebijakan perpindahan penduduk dan pertanahan di negara lain seperti di Malaysia. Bahkan, transmigrasi juga menjadi fokus kajian penelitian berbagai negara seperti Jepang, Perancis, dan Amerika Serikat.

"Hingga kini transmigrasi menjadi fokus kajian peneliti dalam dan luar negeri, seperti dari Jepang, Perancis, Amerika Serikat, yang datang mengkaji dokumen kebijakan, peta kawasan, serta mewawancarai transmigran," ujar Eko, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/8/2019).


Dalam Rapat Koordinasi Nasional Transmigrasi di Jakarta itu, Eko mengungkapkan, program transmigrasi selama ini telah berhasil membentuk 2 provinsi baru, 104 kabupaten baru, 335 kecamatan dan 1.336 desa definitif baru. Menurutnya, transmigrasi tak hanya berhasil meningkatkan ekonomi para transmigran dan penduduk lokal, namun juga berhasil memajukan wilayah tujuan transmigrasi.

"Saat ini capaian transmigrasi di 619 Kawasan transmigrasi dan 48 kawasan program Revitalisasi telah mengelola 4,2 juta transmigran, termasuk 1,7 tenaga kerja yang tinggal di kawasan seluas 4,4 juta hektare," ujarnya.

Eko menambahkan, lahan produktif di kawasan transmigrasi tersebut mencakup 1.001.070 hektare sawah, 310.332 hektare lahan jagung, 1.144.080 perkebunan sawit, dan 429.030 hektare perkebunan karet.

"Pendapatan penduduk di kawasan transmigrasi ini mencapai Rp 17 triliun per tahun," ungkapnya.


Menurut Eko, sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 telah terpenuhi karena dibantu oleh banyak kementerian. Capaian tersebut adalah dengan terbangunnya 140 kawasan transmigrasi sebagai sumber produksi pangan nasional, dan terbentuknya 20 kawasan perkotaan baru.

"Kita juga bekerja sama dengan swasta untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi," ujarnya.

Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini. (ega/ega)