Semburan Gas Bercampur Air Muncul di Aceh Timur, ini Penjelasan ESDM

Semburan Gas Bercampur Air Muncul di Aceh Timur, ini Penjelasan ESDM

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 01 Agu 2019 10:06 WIB
Semburan gas bercampur air dan lumpur setinggi lima meter muncul di Desa Seneubok Lapang, Kecamatan Pereulak Timur, Aceh Timur, Aceh. (Foto: Istimewa)
Semburan gas bercampur air dan lumpur setinggi lima meter muncul di Desa Seneubok Lapang, Kecamatan Pereulak Timur, Aceh Timur, Aceh. (Foto: Istimewa)
Aceh Timur - Semburan gas bercampur air dan lumpur setinggi 5 meter muncul di Desa Seneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh memperkirakan semburan itu dari bekas sumur minyak tua.

"Prediksi sementara kemungkinan besar sumur tua bekas Asamera yang telah diproduksi secara ilegal oleh oknum masyarakat," kata Kepala Dinas ESDM Aceh Mahdinur dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (1/8/2019).

Menurutnya, lokasi tersebut sebelumnya sudah dimitigasi oleh Medco E&P Malaka dengan memasang well capping (penutup sumur). Warga diduga menambang minyak di sana tanpa memperhatikan standar perminyakan.


"Dan pasti untuk tambang ilegal tidak akan bisa memenuhi standar. Upaya-upaya pencegahan telah terus dilakukan, namun sulit diindahkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.

"Cukup sudah tragedi April 2018 yang menelan korban meninggal mencapai 20 orang akibat terbakarnya sumur minyak ilegal milik masyarakat. Kita berupaya mengimbau kepada masyarakat semua pihak untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang dan melanggar hukum," imbuhnya.


Semburan lumpur itu berada di perkebunan sawit milik sebuah perusahaan. Semburan tersebut diduga terjadi akibat aktivitas pengeboran minyak ilegal oleh orang yang belum diketahui.

"Semburan itu berada di lahan perkebunan PT PPP. Dulu, di tempat tersebut sempat dilakukan pengeboran minyak oleh salah satu perusahaan. Namun, setelah masanya habis, sumur itu ditinggalkan dan akhirnya datang orang-orang mengebor mencari minyak," kata Kepala Desa Seneubok Lapang, Idris Yacob, kepada detikcom, Rabu (31/7).

Idris menyebutkan, semburan itu diperkirakan terjadi pada Senin (29/7) malam. Idris mengaku baru tahu pada Selasa (30/7) sore. (agse/dnu)