detikNews
Selasa 30 Juli 2019, 13:23 WIB

Musim Kemarau, APP Sinar Mas Siagakan 799 Personel Pemadam Terlatih di OKI

Raja Adil Siregar - detikNews
Musim Kemarau, APP Sinar Mas Siagakan 799 Personel Pemadam Terlatih di OKI Foto: Posko Siaga Karhutla APP Sinar Mas dan peralatan antisipasi karhutla
Ogan Komering Ilir - Pemprov Sumatera Selatan melalui badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) telah memetakan sekitar 300 desa dan berstatus rawan kebakaran hutan dan lahan. Sebagai antisipasi APP Sinar Mas siagakan 799 personel terlatih untuk pemadaman.

Fire Operation Management Head Sinar Mas Forestry Region Palembang, Mares Prabadi mengatakan untuk menghadapi musim kemarau Sinar Mas menyiapkan strategi secara matang. Baik itu strategi pencegahan ataupun mitigasi.

"Sebelum membuat strategi, kami telah lebih dahulu melakukan pemetaan area rawan kebakaran untuk mengidentifikasi. Area mana di konsesi pemasok hingga jarak 5 KM dari perbatasan konsesi dan paling berpotensi terjadi karhutla," kata Mares di kantor APP Sinar Mas Region Ogan Komering Ilir, Jumat (30/7/2019).



Setelah diidentifikasi, selanjutnya dimulai dengan penyusunan strategi untuk dapat diatasi. Strategi pencegahan ini befungsi mencegah munculnya api di area rawan karhutla.

Selain itu, dilanjutkan lagi ke strategi dua, yakni mitigasi dan bertujuan mengurangi risiko munculnya titik api. Untuk mitigasi, ada sekitar 799 personel terlatih yang kini telah didiapkan dan tersebar di beberapa titik dekat konsesi perusahaan.

"Total 799 personel terlatih kita turunkan selama musim kemarau. personel sudah mengikuti training pemadaman, sampai pelatihan khusus untuk memetakan titik rawan dengan peralatan lengkap," imbuh Mares.

Personel yang turun tidak hanya dengan tangan kosong. Mereka telah dilengkapi peralatan lengkap, baik helikopter water bombing, mobil patroli, alat pemadaman hingga ke penggunaan manara disertai kamera pantau.

Untuk heli water bombing, tercatat ada tiga unit heli yang disiagakan di musim kemarau tahun 2019 ini. Seluruh heli itu digunakan untuk pemadaman di sekitar area konsensi perusahaan dan wilayah Ogan Komering Ilir, sebagai kabupaten rawan karhutla.



"Untuk heli intinya diprioritaskan di OKI dan sekitarnya. OKI ini kan merupakan kabupaten utama rawan karhutla yang ada di Sumsel. Kalau OKI aman daerah lain di Sumsel pasti aman," tegasnya.

Strategi pencegahan sendiri, dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan
masyarakat. Terutama lewat program Masyarakat Peduli Api kerjasama dari perusahaan dan kelompok masyarakat untuk kegiatan sosialisasi.

Tidak hanya itu saja, ada pula program desa makmur peduli api (DMPA), lewat program ini perusahaan mengedukasi masyarakat agar tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

"Sampai tahun 2019, perusahaan sudah memiliki 448 anggota DMPA tersebar di Ogan Komering Ilir. Prinsipnya program ini merupakan program dari masyarakat untuk masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar dan ini sangat efektif untuk beberapa tahun terakhir," lanjut Mares.

Selain itu, perusahaan turut memberikan insentif kepada desa rawan kebakaran di sekitar area konsesi yang menjaga desa bebas dari kebakaran di musim kemarau panjang. Insentif diberikan dalam bentuk program yang berdampak ke lingkungan sekitar.

"Ada reward yang kami berikan kepada masyarakat dapam bentuk program. Di mana masyarakat mendapat bantuan dalam pengelolaan kebun, desa lewat program binaan dan dilakukan secara bertahap," katanya.

Sementara untuk antisipasi kebakaran terjadi di tahun 2019 ini dan diprediksi panjang. Perusahaan juga menyiapkan posko gabungan dengan TNI, Polri dan BPBD.

"Sebagai antisipasi perusahaan sudah
menyiagakan 6 posko gabungan untuk meningkatkan penjagaan di area rawan karhutla. Posko ini akan memantau jika ada titik api, pantauan selama 24 jam," katanya.

Pemantauan sendiri dilakukan langsung untuk mendeteksi titik-titik api sebelum luasan area terbakar mencapai 0,1 hektar. Upaya ini dinilai dapat dilakukan secara maksimal karena punya banyak fasilitas, seperti 135 pos pantau, 19 drone, 23 menara api, dan 35 menara api mini.

Kedua strategi disebut Mares sangatlah bermanfaat dan terbukti saat mengatasi terjadinya karhutla pada tahun 2017 dan 2018 lalu. Apalagi di Agustus 2018 lalu, Sumsel menjadi salah satu tuan rumah Asian Games bersama DKI Jakarta.

"Kebanggaan kita karena 2018 tidak ada kabut asap. Tentu itu menjadi catatan di kami dan harus kembali diantisipasi dari sekarang. Sebab, bulan Agustus sampai Oktober 2018 diprediksi sebagai puncak musim kemarau," tutupnya.
(ras/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com