detikNews
Selasa 30 Juli 2019, 09:56 WIB

KPK Kembali Panggil Tenaga Ahli F-PAN Terkait Kasus Mafia Anggaran

Haris Fadhil - detikNews
KPK Kembali Panggil Tenaga Ahli F-PAN Terkait Kasus Mafia Anggaran Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil tenaga ahli Fraksi PAN DPR RI, Suherlan, terkait kasus dugaan suap pengurusan dana perimbangan Kabupaten Pegunungan Arfak. Dia dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Plt Kadis PUPR Pegunungan Arfak Natan Pasomba.

"Dipanggil sebagai saksi untuk NPS (Natan Pasomba)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (30/7/2019).


Suherlan sebelumnya pernah dipanggil KPK pada Rabu (19/6) dan Senin (22/7). KPK juga pernah menggeledah apartemen Suherlan dan menyita satu unit mobil Toyota Camry.

KPK menetapkan Natan sebagai tersangka karena diduga memberikan suap kepada anggota DPR F-PAN Sukiman. Suap itu diduga untuk memuluskan pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak. Sukiman juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Natan diduga menyiapkan uang Rp 4,41 miliar, yang terdiri dari uang tunai sejumlah Rp 3,96 miliar dan valas USD 33.500. Jumlah tersebut, menurut KPK, merupakan commitment fee sebesar 9 persen dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk Pegunungan Arfak.

Namun KPK menduga duit yang diterima Sukiman berjumlah Rp 2,65 miliar. Suap itu diduga diterima Sukiman antara Juli 2017 dan April 2018 dengan beberapa pihak sebagai perantara.
(HSF/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com