Ombilin Sawahlunto Jadi Warisan Dunia, Pemerintah akan Bentuk Badan Pengelola

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 15:28 WIB
Foto: Gubernur Sumbar Irwan Prayitno hingga Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid dalam rapat soal pengelolaan Ombilin, Sawahlunto yang jadi warisan dunia. (Yulida-detikcom)
Jakarta - Pertambangan batu bara era kolonial Belanda, Ombilin, di Sawahlunto, Sumatera Barat, ditetapkan sebagai warisan dunia. Pemerintah menyiapkan badan pengelola untuk mengelola kawasan tersebut.

"Dengan adanya penetapan Sawahlunto kita menggunakan kesempatan ini untuk mengadakan badan pengelola tersebut," kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, dalam konferensi pers, di kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).


Hilmar menargetkan 1 bulan lagi sudah ada kepastian badan pengelola yang ditunjuk. Nantinya, Kemenko PMK akan mengkoordinasikan rapat terkait perencanaan badan pengelola ini.

Selain Hilmar, rapat soal Ombilin Sawahlunto ini juga dihadiri Staf Ahli Menko PMK Bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa, Haswan Yunaz, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta. Irwan Prayitno mengatakan pemerintah daerah siap menjaga dan merawat kawasan itu, salah satunya dengan tidak sembarang membangun.

"Nggak sembarangan kita ubah ataupun kita ganti fungsi dan perannya tidak boleh. Jadi misalnya kereta apinya, bangunan gedung-gedungnya ya tetap itu mesti jadi warisan yang harus kita jaga pelihara termasuk pemanfaatan dan fungsinya untuk sejarah sebagai heritage," kata Irwan

Dia berharap wisatawan lokal maupun mancanegara semakin banyak yang tertarik untuk mengunjungi Sawahlunto, sama halnya banyak turis yang datang ke Candi Borobudur. Dalam satu bulan ke depan, Irwan mengatakan tim kecil yang sudah dibentuk di bawah Kemenko PMK akan bekerja membahas perencanaan pembangunan, infrastruktur dan anggarannya.

"Iya makanya dengan dukungan Kemenko PMK bisa diselevelkan dampaknya seperti Borobudur, Prambanan," kata Irwan.

Dengan ditetapkannya Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) untuk kategori warisan budaya oleh UNESCO, Indonesia sudah memiliki 9 warisan dunia.


WTBOS dinilai pantas menyandang status warisan budaya dunia karena konsep Tiga Serangkai yang dicetuskan pemerintah Belanda saat itu. Tiga Serangkai dimaksud meliputi, satu, Kota Tambang di Sawahlunto, dua, infrastruktur perkeretaapian, dan tiga, Pelabuhan di Teluk Bayur.

WTBOS dapat menjadi representasi dinamisnya interaksi sosial dan budaya antara dunia timur dan barat yang berhasil mengubah daerah tambang terpencil menjadi perkotaan dinamis dan terintegrasi. WTBOS juga menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa terkait dengan eksploitasi batubara di masa akhir abad ke-19 sampai dengan awal abad ke-20 di dunia, termasuk di Asia Tenggara. (yld/idh)