Koster Sebut Pergub Pembatasan Kantong Plastik Ide Mega untuk Percantik Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 11:05 WIB
Foto: (Aditya-detikcom)
Foto: (Aditya-detikcom)
Jakarta - Pergub pembatasan plastik sekali pakai di Bali didukung warga Pulau Dewata. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pergub ini merupakan ide Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Koster menyampaikan itu saat menerima kunjungan dari Komisi II DPR RI di Wiswa Sabha, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Bali, Senin (29/7/2019). Mulanya, Koster memaparkan sejumlah pergub yang telah dikeluarkan terkait dengan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berlandaskan kearifan lokal dan budaya masyarakat Bali.

"Satu demi satu kami keluarkan kebijakan, salah satunya pembatasan timbulan plastik sekali pakai. Jadi di Bali dilarang pakai tas kresek, pipet, styrofoam, jadi itu dikeluarkan ternyata saya belum announce itu respons masyarakat cepat sekali, sekarang bapak-ibu kalau ke hotel-restoran sudah nggak ada pipet, kalau belanja di supermarket, toko-toko yang ada mart-martnya itu sudah nggak ada lagi tas kresek dan masyarakatnya bawa tas sendiri," kata Koster.


Koster juga menyampaikan Pergub nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai itu juga sempat digugat ke Mahkamah Agung, tapi ditolak. Koster menambahkan berkat pergub ini, penggunaan sampah plastik sekali pakai di Pulau Dewata menurun.

"Akibatnya juga dengan pergub ini walaupun sempat diuji materi di MA, alhamdulillah ditolak uji materinya jadi pergub kami diperkuat dengan UU oleh keputusan majelis hakim, diperkuat betul. Kalau ada daerah mau memberlakukan nggak perlu takut lagi prinsipnya satu jangan terpengaruh sama investor yang berkaitan dengan pengadaan sampah plastik itu, saya sih nggak mau ketemu jadi bersih sekarang," terangnya.

Berdasarkan studi, kata Koster, penggunaan kantong plastik di hotel, restoran hingga toko-toko menurun 90 persen. Koster pun memuji Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang awalnya mendorong ide soal kantong plastik itu.

"Jadi luar biasa ini arahan ibu ketum saya Megawati Soekarnoputri," sambungnya.

Koster lalu menyampaikan arahan Megawati untuknya tersebut. Salah satunya harapan Megawati agar Bali bisa bersih seperti di Eropa.

"Sebelum saya jadi gubernur Bu Mega bilang, 'Koster kalau jadi gubernur kamu bersihin Bali kayak Eropa ya, tapi jadi gubernur dulu' eh ternyata bener jadi gubernur. Begitu jadi gubernur saya langsung ditagih langsung saya bikinin begini dan mendapat apresiasi banyak pihak. Ini salah satu yang dijalankan kami terus meng-endorse ini menggunakan institusi yang ada termasuk desa adat," ujar Koster.


Koster juga memaparkan sejumlah pergub yang dia terbitkan di antaranya Pergub Perlindungan dan Penggunaan Baasa, Aksara, dan Sastra Bali; Pergub tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali; hingga Perda tentang Desa Adat di Bali.

Pertemuan ini dihadiri Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera bersama sejumlah anggota komisi II DPR RI. Kemudian beberapa perwakilan dari mitra kerja komisi II DPR RI. (ams/idh)