detikNews
Sabtu 27 Juli 2019, 21:41 WIB

Terapkan Layanan Digital, Volume Usaha Koperasi Ini Capai Rp 2,3 T

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Terapkan Layanan Digital, Volume Usaha Koperasi Ini Capai Rp 2,3 T Foto: Kemenkop
Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, AAGN Puspayoga mengatakan penerapan aplikasi e-checking bagi pelayanan anggota koperasi di Kota Denpasar memberikan kemudahan bagi anggota yang mengajukan pinjaman. Sehingga pengurus koperasi bisa langsung online mengecek track record si calon debitur dan memberikan pelayanan.

"Salah satu tujuan dari Reformasi total koperasi adalah menciptakan koperasi yang berkualitas. Jumlah koperasi tidak perlu banyak, sedikit saja tapi berkualitas. Jumlah anggota koperasi yang harus terus kita perbanyak," ujar Puspayoga, dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/7/2019).


"Dengan menerapkan teknologi, koperasi bisa melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara online. Bisa menghemat waktu dan biaya. Bayangkan saja, banyak koperasi yang memiliki anggota ratusan ribu orang. Itu bisa dilakukan secara efisien baik waktu dan biaya dengan RAT Online," imbuhnya.

Hanya saja, kata Puspayoga, koperasi tak hanya fokus menerapkan teknologi saja. Karena, tanpa SDM yang andal, koperasi berkualitas akan sulit diwujudkan.

"Kualitas SDM pelaku koperasi juga menjadi sesuatu yang penting, di samping penerapan teknologi dalam sistem kerja koperasi," kata Puspayoga.


Oleh karena itu, ia berharap, ke depan program Reformasi total koperasi bisa dilanjutkan, karena sudah terbukti hasilnya, di antaranya, mampu meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDB nasional, dari 1,7% menjadi 5,1% pada 2018.

"Meski sudah ada sekitar 50 ribu koperasi yang kita bubarkan, namun semangat Reformasi Total Koperasi bukan membubarkan, melainkan menguatkan database koperasi berkualitas," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar Rai Mantra memastikan bahwa penerapan aplikasi e-checking akan memudahkan sistem kerja koperasi dalam melayani anggotanya, khususnya di Kota Denpasar.

"Penerapan teknologi bagi koperasi saat ini bukanlah sebuah pilihan, melainkan sudah menjadi keharusan. Itu tantangan bagi koperasi yang semakin sulit di zaman yang serba digital, serba cepat, dan serba instan", tukas Rai

Rai meyakini dengan penerapan teknologi ini koperasi akan bisa eksis dan tidak ditelan kemajuan zaman. "Dengan menerapkan teknologi juga memudahkan anggota mengakses layanan koperasi. Dengan kemudahan dan kecepatan layanan prima koperasi tersebut, maka koperasi tidak akan ditinggalkan anggotanya," jelasnya

Rai menjelaskan kinerja koperasi di Denpasar terbilang cemerlang. Per Juni 2019, dengan jumlah koperasi sebanyak 1064 koperasi dan 95 ribu orang anggota, koperasi di Denpasar mampu membukukan volume usaha sebesar Rp 2,3 triliun dan total aset sebesar Rp 2,9 triliun.

"Potensi koperasi di Denpasar amat besar, di antaranya, mampu membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja, juga mampu menopang pertumbuhan ekonomi di Denpasar", paparnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekopinwil Bali I Ketut Tiwi Effendi berharap koperasi harus terus berinovasi dan berjiwa wirausaha agar mampu memberikan peluang dan potensi ekonomi di Bali.

"Oleh karena itu, koperasi harus sudah menerapkan teknologi digitalisasi sesuai kemajuan zaman sekarang," ujar Tiwi.

Ia menuturkan program Reformasi Total Koperasi yang digulirkan pemerintah telah membangun koperasi berkualitas sehingga mampu bersaing merebut pasar yang ada sesuai dengan potensi dan kearifan lokal yang bisa digarap koperasi.

"Hanya saja, saya akui, di Bali masih sulit melakukan kerjasama usaha antar koperasi. Padahal, kalau itu bisa dilakukan, maka kekuatan ekonomi koperasi di Bali akan semakin kuat", pungkas Tiwi.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com