detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 20:34 WIB

Bareng Malaysia dan Thailand, RI Sepakat Bagi Informasi Pasar Kerja

Nurcholis Maarif - detikNews
Bareng Malaysia dan Thailand, RI Sepakat Bagi Informasi Pasar Kerja Foto: Kemnaker
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyambut positif adanya kesepakatan berbagai sistem informasi pasar kerja yang dicapai dalam pertemuan Indonesia Malaysia Thailand-Growth Triangle (IMT-GT). Melalui kesepakatan berbagi sistem informasi pasar kerja secara online, ketiga negara tersebut diharapkan dapat meningkatkan tenaga kerja kompetitif, meningkatkan mobilitas tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi pasar kerja dalam memperkuat konektivitas tenaga kerja.

"Pertukaran informasi pasar kerja akan membantu ketiga negara dalam mengisi pasar kerja sub regional. Sehingga migrasi pekerja akan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja," ucap Direktur Pengembangan Pasar Kerja Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Roostiawati dalam keterangannya, Rabu (24/7/2019).

Roostiawati mengatakan kesepakatan ini disepakati dalam Technical Meeting dihadiri para pejabat Center for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT) di Jakarta, Rabu (24/7/2019). Para pejabat tersebut adalah Deputy Directour Balamurugan Ratha Krishnan, Senior Project Cordinator Purwaning Putri, Project Cordinator Robita Robinson, dua delegasi dari Thailand, yaitu Senior Labour Specialist Witthusak Pathomsart dan Expert to Information and Communication Winai Mayomthong serta 30 peserta dari perwakilan Disnaker beberapa provinsi di Indonesia.

Roostiwati mengatakan kesepakatan yang dicapai dalam technical meeting tersebut untuk menindaklanjuti pertemuan IMT-GT sebelumnya di Kelantan, Malaysia. Menurutnya, berbagi informasi pasar kerja dalam dua bahasa juga sebagai dasar perlindungan bagi pekerja migran Indonesia yang bermobilisasi di ketiga negara tersebut.


Menurut Roostiawati, langkah awal yang akan akan dilakukan pihaknya ialah melakukan sharing di sektor pariwisata (tourism blue) khususnya untuk jabatan-jabatan yang sudah dikenal di Asean. Selanjutnya IMT-GT akan membuat action plan informasi pasar kerja dalam dua bahasa di sektor pariwisata tersebut.

"Kita sudah komit berbagi informasi pasar kerja dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan Inggris. Harus ada timeline karena kesepakatan dua bahasa ini sudah disepakati pada pertemuan di Kelantan kemarin," ujar Roostiawati.

Lanjut Roostiawati, kerja sama IMT-GT merupakan kerja sama ekonomi sub regional yang terbentuk sejak 1993. Kerja sama ini juga merupakan langkah strategis dalam peningkatan perekonomian wilayah perbatasan antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

"Kita sudah siap sharing data statistiknya angkatan kerja, terkait demandnya itu dari jabatan apa saja, supply kita dimana saja. Kita tinggal tunggu kesiapan Thailand kapan versi bahasa Inggrisnya itu ada," ujar Roostoawati.

Sedangkan Deputy Directour CIMT, Balamurugan mengatakan meski minus delegasi Malaysia, IMT sepakat mempersiapkan macro data analysis informasi pasar kerja. Balamurugan berharap bila sudah ada sistem online informasi pasar kerja di IMT-GT, ia akan menyebarluaskan ke tiga negara.


"Nantinya kita akan lihat dimana ada demand and supplynya, kalau di Indonesia misal dari sektor pariwisata, seberapa besar demand di sektor tersebut, begitu juga dengan Thailand. Nanti kita boleh pilih sektor mana saja yang akan dibuat training atau upgrade skill. Misalnya di sektor pariwisata perlu training untuk jabatan manajer dan di atasnya. Kalau tak ada informasi makro supply and demand, sulit untuk diprediksi sektor mana saja yang akan difokuskan," ujar Balamurugan.

Menurut Balamurugan, meski tanpa kehadiran Malaysia, tak akan mempengaruhi karena program ini telah disetujui di tingkat pimpinan IMT. Hasil kesepakatan akan dibuat maklumat dan akan disampaikan ke Malaysia dan dalam pertemuan selanjutnya.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com