detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 17:53 WIB

Soal Pasutri WNI Bomber Gereja Filipina, Menlu Koordinasi ke Kapolri

Zakia Liland F - detikNews
Soal Pasutri WNI Bomber Gereja Filipina, Menlu Koordinasi ke Kapolri Menlu Retno Marsudi (Foto: Zakia/detikcom)
Jakarta - Menlu Retno LP Marsudi berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memastikan identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina. Retno ingin proses identifikasi pelaku bom bunuh diri tidak keliru.

"Kan begini, untuk kemudian menyampaikan bahwa it is confirm itu kan harus melalui proses agar tidak salah. Itu adalah pekerjaan dari polisi dan saya terus kontak dengan Pak Kapolri," kata Retno saat ditemui wartawan di Gedung Pancasila, Kompleks Kemlu, Jalan Pejambon raya, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).



Retno mengatakan pihaknya sedang melakukan rekonfirmasi untuk memastikan identitas pelaku bom bunuh diri. DNA pasutri bomber gereja di Filipina itu akan dicocokkan dengan DNA yang lain.

"Berita itu adalah dugaan, masih belum confirm. Sekarang proses rekonfirmasi sedang dilakukan dengan penelitian-penelitian yang terkait lagi dengan DNA, DNA orang yang dicurigai adalah pelaku. Oleh karena itu, sekarang sedang dilakukan proses. Satu lagi proses untuk merekonfirmasi dengan penelitian DNA pembanding dan lain sebagainya," ujar Retno.



Sebelumnya, Selasa (23/7/2019) Polri mengumumkan dua nama pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina yang diduga adalah WNI. Mereka adalah sepasang suami-istri, Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh.

Namun, keduanya belum dapat dipastikan sebagai pelaku karena belum adanya data pembanding. Selain itu, keduanya diduga sebagai WNI hanya berdasarkan kesamaan logat dengan masyarakat Indonesia umumnya.

"Hasil tes DNA yang dilakukan oleh aparat keamanan Filipina belum diketemukan pembandingnya. Sehingga sulit untuk mengidentifikasi siapa sebetulnya pelaku bom bunuh diri di rumah ibadah itu. Densus 88 juga telah bekerja sama dengan kepolisian Filipina, tapi belum berhasil mengidentifikasi karena dua tersangka ini masuk melalui jalur ilegal Filipina, sehingga tidak terekam dengan baik," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).



Simak Juga 'Polri Pastikan 2 WNI Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com