detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 16:03 WIB

Amien Rais Bicara Rekonsiliasi Etok-etok Vs Rekonsiliasi Beneran

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Amien Rais Bicara Rekonsiliasi Etok-etok Vs Rekonsiliasi Beneran Amien Rais (Ristu Hanafi/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais berbicara soal rekonsiliasi. Menurutnya, ada dua jenis rekonsiliasi, yakni yang pura-pura atau etok-etok dan yang sungguhan.

Dua jenis rekonsiliasi itu disampaikan Amien Rais lewat video yang diunggah di akun Instagram @amienraisofficial, Rabu (24/7/2019). Amien awalnya menyatakan dirinya cenderung kuat sekali menganjurkan partai-partai yang sempat mengusung Prabowo Subianto pada pilpres lalu tetap menjadi oposisi.


"Jadi sekarang saya akan bicara, kalau ada rekonsiliasi yang dikejar-kejar, ada dua intinya, rekonsiliasi etok-etok dan rekonsiliasi beneran," kata Amien Rais.

Amien Rais menjelaskan soal rekonsiliasi etok-etok yang dimaksud. Menurutnya, rekonsiliasi etok-etok tidak memberi kesempatan munculnya kritik di tubuh pemerintah.

"Rekonsiliasi etok-etok itu kalau artinya hanyalah kooptasi. Jadi petahana menang, kemudian menawarkan beberapa kursi, lantas yang ditawari juga bergembira-ria mengatakan semua keputusan yang khusus presiden hak prerogatif presiden tidak ada yang bisa menggugat dll, ya seperti sangat latah begitu," kata Amien Rais.

"Alangkah aibnya, alangkah malunya hanya dengan beberapa kursi kemudian tersandera tidak bisa lagi memberikan kritik dan lain-lain. Maka seperti ini hanya etok-etok, lupakan saja," imbuh Amien.


Amien Rais lalu menjelaskan maksud rekonsiliasi sungguhan. Menurutnya, untuk rekonsiliasi sungguhan, ada proses menyamakan persepsi di antara dua kubu yang sempat berseteru.

"Nah rekonsiliasi yang beneran sungguh-sungguh itu sebaiknya duduk antara tim Prabowo dengan tim Pak Jokowi karena Prabowo itu jelas dalam kampanyenya itu menggarisbawahi pentingnya kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kedaulatan air, hankam harus kuat, kemudian setop mengalirnya sumber daya alam kita secara ugal-ugalan ke luar negeri, semua itu dipayungi dan juga berdasar Pasal 33 UUD 1945," ucap Amien Rais.


Amien lalu menyinggung pidato Jokowi beberapa waktu lalu. Dia mengkritik Jokowi karena menurutnya pidato itu tidak terkait dengan UUD 1945.

"Sementara saya kaget Presiden Jokowi berpidato di Sentul, 14 Juli, itu sama sekali nggak ada kaitan dengan UUD 1945, Pasal 33 dan lain-lain. Jadi saya kira ini sesuatu yang memang harus kita cermati. Saudara-saudaraku, jadi Pak Jokowi itu mencuatkan beberapa hal yang mengagetkan. Yang pertama, beliau akan terus membangun infrastruktur besar-besaran yang menjangkau persawahan, pariwisata, dan lain-lain itu. Dan dari mana uangnya? Tentu dari utang ke China, itu pasti. Kemudian juga akan ada investasi besar-besaran. Dari mana lagi? Tentu juga dari China," ucap Amien Rais.

"Jadi ini kontras sekali yang sedang dibangun kemarin dan akan dilanjutkan itu jelas sekali bukan ekonomi pasal 33 seperti kita ketahui. Jadi ini harus ada pertemuan dulu supaya kemudian ada perspektif ya. Kalau sudah setuju, baru bicara tentang rekonsiliasi. Itu yang saya namakan sungguhan, bukan rekonsiliasi yang etok-etok atau pura-pura," imbuhnya.



Simak Juga 'Amien Rais dan Upaya Memelihara Api Oposisi':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com