detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 15:18 WIB

Sejak 2016, APP Sinar Mas Danai Desa Makmur Peduli Api hingga Rp 45 M

Akfa Nasrulhak - detikNews
Sejak 2016, APP Sinar Mas Danai Desa Makmur Peduli Api hingga Rp 45 M Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom
Jakarta - Untuk mencegah kebakaran lahan, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas ikut memberdayakan masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Sejak dimulai pada 2016, APP Sinar Mas sudah mengucurkan dana hingga Rp 45 miliar untuk mendukung program tersebut.

Head of Corporate Social and Security APP Sinar Mas Agung Wiyono mengatakan, program ini memberikan edukasi pada masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Masyarakat didukung untuk mengelola lahan dengan bercocok tanam tumpang sari, peternakan dan perikanan sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.

"APP Sinar Mas memfasilitasi program tersebut secara keseluruhan, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk. Hingga 2019, kita melalui program DMPA ini telah menyalurkan dana Rp 45 miliar ke lebih dari 17 ribu kepala keluarga di hampir 300 desa di Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau dan Sumatera Selatan, " ujar Agung dalam konferensi pers di Gedung Sinar Mas Land Plaza, Jakarta, Rabu (24/7/2019).


Agung menambahkan, sejak awal dilaunching, program ini memiliki 6 pilar utama yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemetaan sumber daya secara partisipatif, transfer teknologi, perlindungan dan pengawasan hutan, pencegahan dan penyelesaian konflik, sera kemitraan pemasaran produk. Menurutnya, program ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar area konsesi sehingga dapat mencapai kesejahteraan secara sosial dan ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

"Saya kira sejak tahun 2016, kita menyadari betul pada saat program ini dijalankan, linked ke pasar bagi petani itu sangat penting. Karena banyak kejadian mereka mampu memproduksi tapi pasarnya tidak ada, atau harga dipermainkan di tingkat pasar. Maka, program ini juga mencoba mengatasi itu sehingga pada saat dijalankan, analisis pasarnya sudah kita coba buat bersama petani," ujarnya.

Selain itu, Agung juga mengapresiasi kaum ibu-ibu di desa yang dinilai lebih unggul dan mumpuni dalam pengelolaan ekonomi.


"Perekonomian desa itu daya dukung dari ibu-ibu desa itu sangat tinggi. Mereka lebih rajin dalam mengelola perekonomian dalam skala rumah tangga. Di 67 lebih desa, kita menginisiasi kelompok tani wanita. Karena ada komoditi tertentu, dalam pengalaman dan pengamatan 3 tahun terakhir ini lebih sukses dikelola oleh petani wanita," ujarnya.

Sejak tahun 2016, hingga 2020 APP Sinar Mas menargetkan 500 desa yang dibantu dengan program DMPA. Namun, berbagai tantangan dihadapi, salah satunya adalah perbedaan karakteristik masyarakat berbeda-beda di setiap wilayah, sehingga memerlukan kajian untuk pendekatan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing desa.

"Sampai akhir tahun kemarin kita ada di 257. Kita agak ada perlambatan sedikit, karena proses perencanaan di tingkat desa membutuhkan waktu, dan setiap desa memiliki karakteristik berbeda," ujarnya.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com