detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 13:21 WIB

Rayakan Galungan, Umat Hindu Padati Pura Jagatnatha Denpasar

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rayakan Galungan, Umat Hindu Padati Pura Jagatnatha Denpasar Umat Hindu di Denpasar merayakan Galungan. (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Bal,i sejak pagi dipadati umat Hindu. Mereka melakukan persembahyangan untuk merayakan hari suci Galungan.

Para umat masuk dengan sistem antre. Mereka datang bersama keluarganya sambil membawa sesajen berisi buah-buahan ataupun hasil bumi lainnya.

"Iya ini tadi sembahyang di sanggah rumah dulu baru ke sini," tutur Wayan Arta (50) saat ditemui di Pura Jagatnatha, Jl Surapati, Denpasar, Bali, Rabu (24/7/2019).


Wayan datang bersama ketiga anaknya dan istrinya. Mereka membawa dua kotak dari anyaman bambu berisi buah-buahan dan jajan Bali.

Menurut Sekretaris Peiketan Pemangku Kota Denpasar I Made Langgeng Buana persembahyangan di Pura Jagatnatha sudah dimulai sejak pukul 08.00 Wita hingga malam nanti. Dia mengatakan Pura Jagatnatha merupakan pura umum.

"Umat Hindu kan banyak dari luar kota bekerja di Denpasar, Badung, yang tidak bisa pulang pada ngumpul sembahyang di sini," kata Made Langgeng.

Rayakan Galungan, Umat Hindu Padati Pura Jagatnatha DenpasarFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Dia menjelaskan, upacara Galungan dirayakan setiap 210 hari sekali atau 6 bulan sekali menurut penanggalan Bali. Dia mengatakan Hari Raya Galungan dimaknai sebagai kemenangan darma melawan adarma.

"Maknanya kemenangan darma melawan adarma. Bagaimana kita mampu berbuat baik antarsesama, alam semesta walaupun kita berbeda agama jadi kita mampu meneguhkan NKRI, menjaga persatuan," jelasnya.

Saat bersembahyang, para umat Hindu meletakkan sesajen mereka di altar depan pura. Setelah bersembahyang para umat lalu diperciki tirta suci oleh sulinggih dan diberi bija (bulir beras) sebagai simbol darma atau kebaikan yang akan bertumbuh subur setelah disucikan.


Selesai merayakan Hari Raya Galungan, keesokan harinya umat Hindu merayakan Umanis Galungan. Momen Umanis Galungan ini digunakan masyarakat Bali untuk bersilaturahmi satu sama lain.

"Besoknya disebut Umanis Galungan pada saat itu kita akan saling mengunjungi atau bahasa sekarang silaturahmi dengan teman-teman kerabat karena kita sudah mampu memenangkan darma," jelas Made Langgeng.

Langgeng pun mengucapkan hari raya Galungan bagi seluruh umat Hindu yang merayakannya. "Rahajeng Nyanggra Galungan lan Kuningan dumogi manggihing kerahayuan," tutur Langgeng.
(ams/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com