detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 11:53 WIB

Pertamina Bersihkan Pantai Laut Jawa dari Tumpahan Minyak

Akfa Nasrulhak - detikNews
Pertamina Bersihkan Pantai Laut Jawa dari Tumpahan Minyak Foto: Dok Pertamina
Jakarta - Emergency Response Team Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) dan 200 orang dari kelompok masyarakat desa membersihkan pantai yang terdampak tumpahan minyak.

"Pertamina terus melakukan upaya maksimal dalam penanganan pembersihan pantai terdampak sumur YYA Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Hingga Senin, 22 Juli 2019, Emergency Response Tim PHE ONWJ bersama masyarakat telah berhasil mengangkat ceceran minyak mentah di sebagian wilayah pantai. Sebelumnya, lebih dari 200 personel dikerahkan untuk secara intensif menyisir pantai sepanjang 6,2 Km di lima wilayah yaitu Tirtasari, Sedari, Tanjungsari, Cemara Jaya dan Karangsari," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman dalam keterangannya, Rabu (24/7/2019).


Fajriyah mengungkapkan upaya meminimalisasi dampak terhadap lingkungan di sekitar sumur YYA-1 terus ditingkatkan dengan memasang oil boom di 8 muara sungai. Delapan sungai itu adalah Sungai Buntu, Muara Cemara Jaya, Muara Pelangi, Muara Singkih, Muara Tangkorak, Pantai Sedari, Tambak Sari, Anak Sungai Sedari dengan melibatkan masyarakat setempat.

Selain memasang oil boom di muara sungai, Pertamina juga mengerahkan 27 Kapal yang dilengkapi dengan Oil Boom dan dispersant di sekitar anjungan YYA dan titik-titik yang terindikasi terdapat oil spill di laut.

"Kami telah mengerahkan sumber daya internal dengan melibatkan sejumlah stakeholder untuk mencegah dampak lebih meluas. Demi keselamatan masyarakat, kami menghimbau agar tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masih rawan. Kami hanya melibatkan warga pada upaya pembersihan pantai," kata Fajriyah.


Pertamina dan PHE ONWJ, lanjut Fajriyah juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak seperti SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Pemerintah Daerah, Dinas Lingkungan Hidup Daerah, TNI dan Kepolisian, Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Laut, KSOP, KKP, Pushidros AL, KKKS dan berbagai instansi lainnya.

"Kami bersama pihak terkait telah melakukan peninjauan untuk memonitor situasi terkini dan bekerja sama dengan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) untuk berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat disepanjang pantai terdampak,"ujarnya.


Sebelumnya, sehari pasca peristiwa di anjungan lepas pantai laut Jawa ini, PHE ONWJ telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) dan Pusat Komando & Pengendalian (Puskodal) di Pertamina, untuk menanggulangi kejadian tersebut. Pertamina mengirimkan tim tanggap darurat, pengerahan tim penanggulangan dilanjutkan dengan pengerahan sebanyak 7 tim ahli dalam dan luar negeri yang berpengalaman dan berasal dari berbagai sektor.

Selain penanganan operasi, Pertamina melalui Emergency Response Tim PHE ONWJ selama 24 jam tanpa henti telah melakukan langkah penyelamatan lingkungan dari oil spill bahkan bersama dengan warga Desa Sedari dan Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Sedari dan Pantai Cemara.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com