detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 11:35 WIB

Indonesia Kecam Penghancuran Rumah Warga Palestina oleh Israel

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Indonesia Kecam Penghancuran Rumah Warga Palestina oleh Israel Israel mulai hancurkan rumah-rumah warga Palestina yang berada terlalu dekat dengan tembok pemisah di kawasan Tepi Barat. Israel sebut permukiman itu ilegal. (Foto: Reuters)
Jakarta - Indonesia kembali mengecam tindakan Israel yang menghancurkan perumahan warga Palestina di Sur Bahir, sebelah timur Yerusalem. Penghancuran ini dilakukan oleh Israel karena perumahan itu dianggap ilegal dan terlalu dekat dengan tembok pemisah di daerah yang diduduki di Tepi Barat.

"Indonesia mengecam keras Israel atas tindakan penghancuran perumahan warga Palestina di Sur Bahir," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI melalui keterangan tertulis, Rabu (24/7/2019).

Indonesia pun mendesak Israel menghentikan tindakan penghancuran itu segera. Sebab, hal ini merupakan pelanggaran atas hukum internasional yang berlaku serta resolusi Dewan Keamanan PBB yang ada.



"Indonesia mendesak agar tindakan penghancuran dapat segera dihentikan. Tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan berbagai resolusi DK PBB," sambungnya.

Tidak hanya itu, Indonesia juga kembali menyoroti soal pembangunan permukiman ilegal tak kunjung dihentikan oleh Israel. Hal ini kemudian dirasa sebagai penghalang atas terciptanya stabilitas dan perdamaian di antara kedua negara.

"Pembangunan permukiman ilegal oleh Israel dan pembangunan terowongan menuju Al-Haram al-Sharif merupakan aneksasi de facto dan membahayakan proses perdamaian," lanjutnya.



Penghancuran perumahan warga ini telah dilakukan oleh Israel pada Senin (22/7). Sekitar 700 polisi dan 200 tentara Israel dilibatkan dalam operasi penghancuran rumah-rumah di Desa Wadi Hummus, di kawasan Sur Bahir tersebut. Mereka membawa alat-alat berat, termasuk buldoser, dan menghancurkan 10 bangunan.

Palestina mengecam penghancuran rumah di Sur Bahir, di ujung Yerusalem timur itu, dan akan mengajukan keluhan ke Mahkamah Kejahatan Internasional atas langkah Israel tersebut.

Penduduk Palestina mengatakan mereka mendapat izin membangun oleh Otoritas Palestina dan mereka menuduh Israel berupaya merebut tanah di Tepi Barat. Namun Mahkamah Agung Israel menyatakan rumah-rumah itu merupakan ancaman keamanan.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com