detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 10:41 WIB

Petugas Dishub Cerita Sulitnya Tertibkan Ojol yang Bikin Macet Palmerah

Rolando Fransiscus - detikNews
Petugas Dishub Cerita Sulitnya Tertibkan Ojol yang Bikin Macet Palmerah Penumpukan ojol di depan Stasiun Palmerah (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Kemacetan di sekitar Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, akibat ojek online (ojol) kerap jadi pemandangan sehari-hari. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) mengaku kesulitan untuk menertibkan ojol-ojol tersebut.

"Kesulitannya dia kalau belum dapat penumpang, dia belum mau jalan, susah kan. Dia baru mau pergi kalau penumpangnya nyampe," ujar Kasatpel Dishub Tanah Abang, Hendra Hernawan, saat ditemui di lokasi, Rabu (24/7/2019).



Kesulitan yang dihadapi petugas adalah menggebah para ojol untuk jalan. Hendra bersama personel sekuat tenaga mengatur para ojol.

"Coba dibayangkan 100-200 (ojol) menunggu semua kayak begitu, diam semua nggak mau jalan, kesulitan saya menggebahnya. Mau jalan atau gimana, ya susah. Paling yang tersisa satu atau dua lajur jalan. Tapi seminimal mungkin kita harus jalan, nggak tertutup jalan," katanya.

Gebah yang dimaksud Hendra adalah meminta ojol tidak terlalu makan banyak lajur jalan. Menurut Hendra, ini adalah solusi pendek yang bisa dilakukan.

"Itu dia saya berusaha menggebah ojol itu biar jangan sampe terlalu melebar ke tengah. Itu saya gebah maju ke depan agar menyempit ke pinggir. Biar lalu lintas tidak tersendat. Itu biasanya terjadi pas kereta nyampe," tuturnya.



Hendra memberikan solusi jangka panjang untuk mengatisipasi kemacetan ini. Seharusnya ada ruang kosong di pinggir jalan untuk menampung para ojol namun terkendala lahan.

"Kalau jangka panjangnya seharusnya kita ada pengendapan itu, ada space kosong, kayak parkir, tapi di sinikan nggak memungkinkan, sudah tidak ada lahan penggedapan ojol-ojol itu," ucap Hendra.

Sebelumnya diberitakan, para ojol ini tumpah ruah di depan Stasiun Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka menunggu para calon penumpangnya di badan jalan hingga memakan satu lajur jalan. Tak pelak kemacetan pun terjadi karena penumpukan para ojol ini.
(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com