detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 09:38 WIB

Penjelasan Pemkab Coret Bu Dokter Disabilitas Jadi PNS Meski Rangking 1

Jeka Kampai - detikNews
Penjelasan Pemkab Coret Bu Dokter Disabilitas Jadi PNS Meski Rangking 1 Foto: drg Romi Sofpa Ismael (jeka/detikcom)
Padang - Setelah menjadi polemik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan Sumatera Barat akhirnya angkat bicara terkait drg Romi Syofpa Ismael. drg Romi merupakan penyandang disabilitas yang kelulusannya sebagai CPNS dibatalkan. Menurut Pemkab, pembatalan kelulusan dokter Romi sudah melalui berbagai pertimbangan.

"Pembatalan itu tidak serta merta, melainkan sudah melewati tahapan sesuai mekanisme yang berlaku," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok Selatan, Yulian Efi dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (24/7/2019).

Dalam posisi sebagai Sekda, Yulian Efi merupakan Ketua Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS 2018. Ia mengatakan, banyak proses yang dialkui sebelum putusan pembatalan dilakukan dan diumumkan.

"Yang bersangkutan dibatalkan karena tidak memenuhi syarat formasi yang diikuti. Pembatalan juga dilakukan setelah melalui kajian teknis, yuridis, dan rapat berulang-ulang," katanya.

"Intinya, beliau (drg Romi) tidak memenuhi kriteria persyaratan pada formasi umum," terang Yulian.

Ia mengaku telah menerima berbagai masukan, konsultasi dan juga rekomendasi dari berbagai pihak, sebelum mengambil keputusan.

"Termasuk setelah kita berkonsultasi dengan pihak Badan Kepegawaian Negara, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan juga Kementerian Kesehatan," katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Aparatur (Kabid PPA) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Admi Zulkhairi menepis anggapan bahwa Pemkab Solok Selatan diskriminatif terhadap penyandang Disabilitas dalam penerimaan CPNS.u

"Khusus penerimaan penyandang disabilitas, Pemkab menerima 3 Formasi untuk itu, dan terisi cuma dua. Jumlah itu sudah melebihi batas minimal kuota yang ditetapkan," katanya.

Menurut Admi, pembatalan dokter Romi murni disebabkan ketidaksesuaian formasi yang dilamar oleh drg Romi yakni pada formasi umum.


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com