detikNews
Rabu 24 Juli 2019, 08:53 WIB

Menyingkap Misteri 'Pelindung' Satriandi Bandar Narkoba yang Tewas Ditembak Polisi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Menyingkap Misteri Pelindung Satriandi Bandar Narkoba yang Tewas Ditembak Polisi Foto: Kapolda Riau jumpa pers soal penembakan Satriandi (Chaidir-detik)
Pekanbaru - Gembong narkoba Satriandi dan pengawalnya tewas ditembak personel Tim Dit Reskrimum Polda Riau. Dia diduga mendapat 'perlindungan' dari pihak-pihak tertentu.

Pada 9 November 2017 silam, Satriandi narapidana kasus pembunuhan berencana harusnya menjalani masa hukuman 12 tahun penjara. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa 18 tahun penjara. Dalam kasus pembunuhan dengan korbannya Jodi Setiawan, Satriandi dibantu dua rekannya. Terdapat dua rekannya, Rama dan Yulia Putri divonis 16 penjara.

Beberapa hari masuk dalam Lapas Pekanbaru, kabar mengejutkan, pria pecatan polisi itu kabur dengan gampangnya. Dia kabur sambil menenteng senjata laras pendek alias pistol berisikan peluru. Bagai tak ada halangan, dia melenggang meninggalkan Lapas. Malah sempat menembakan ke arah petugas Lapas saat dirinya akan dihalangi.
Di luar Lapas, sudah ada orang yang menunggunya. Satriandi pun kabur tak tau di mana rimbanya. Pelariannya selama hampir 2 tahun ternyata berhasil dilacak tim Dit Reskrimum Polda Riau dipimpin Kombes Hadi Poerwanto.

Keberadaanya di Pekanbaru tercium. Selama 3 hari, tim Jatanras Polda Riau telah membututinya. Hingga akhirnya, Selasa (23/7/2019), Satriandi digerebek di sebuah rumah yang disewanya di Perumahan Palma Residence Jl Subrantas, Gang Sepakat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Satu pengawalnya RN tewas ditembak, satu rekannya ditangkap dalam kondisi hidup.


Selama dalam pencarian aparat, Satriandi diduga kuat masih mengendalikan peredaran narkoba. Dia seperti belut, licin untuk mencari keberadaannya.

Tak mungkin rasanya Satriandi dalam pergerakannya tidak melibatkan pihak-pihak lain. Apa lagi dalam penggerebekan, barang bukti yang diamankan ada 2 senjata laras panjang dan 3 senjata genggam standar Polri.

Lantas adakah dugaan oknum aparat ikut terlibat 'melindungi'nya? "Dan kaitannya dengan itu (keterlibatan oknum) kami masih lakukan lidik mendalam berkaitan dengan (oknum), dia tidak mungkin melakukan perorangan. Bukan hanya 3 orang ini, masih ada yang lain, kami masih terus melakukan pengembangan," kata Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo dalam jumpa pers, Selasa (23/7/2019).

Polda Riau akan mereview ulang dari awal kaburnya Satriandi dari Lapas. Namun pihaknya kepolisian tidak langsung menuding ada pihak Lapas yang terlibat. "Iya itu indikasi baru (soal pelarian dari Lapas) yang akan saya tindak lanjuti. Tetapi saya tidak menatakan apakah itu dibantu petugas LP atau tidak, tetapi akan dilakukan lidik kembali," tegas Widodo.

Sebelumnya, Dir Reskrimum Polda Riau, Kombes Hadi Poerwanto menyebutkan, pengawal Satriandi yang turut tewas diperkirakan sudah satu bulan ikut dengannya. "Kira-kira satu bulan dia (pengawal) selalu mengikuti Satriandi. Ini dari pelacakan kami selama ini," kata Hadi.
(cha/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com